Dear My Roommates

Dear My Roommates

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 21, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Kepada jiwa-jiwa yang pernah tinggal dan kemudian pergi demi cita-cita, ada ribuan terima kasih yang ingin ku sampaikan. Kepada ratusan hari yang pernah dilalui, kepada tawa juga tangis yang datang sesekali, kepada tatapan mata yang amat tulus, terima kasih. Langkah terakhir, ketika harus ku tinggalkan tempat yang menampung tiga tahun penuh mimpiku ini, sekelebat cerita yang pernah ada muncul dalam ingatan dan pandangan mataku; tentang pembicaraan kala rembulan datang, atau tentang pertengkaran kecil saat bel sudah berbunyi. Meski ada banyak tempat lain yang mungkin jauh lebih baik di sana setelah ini, tempat di mana kita biasa menghabiskan waktu tak akan pernah ku lupakan. Meski kadang menimbulkan sesak tak tertahan, kehadiran kalian teramat berarti karena telah menjadi penyemangat diri ini. Tentang dukungan untuk cita-cita yang orang bilang tak masuk akal, tentang perhatian kecil saat diri tak sadar diri, tentang pendengaran yang selalu siap untuk sebuah cerita tak penting, tentangmu, tentangku, tentang kita, dan tentang kalian akan selalu hidup dalam ruang kecil di dalam hatiku. Entah, meski di masa depan kita mungkin tak lagi saling berpapasan, atau mungkin kita tak akan lagi pernah bertukar kabar, padaku, berjanjilah untuk selalu mengenang masa-masa ini. Karena pada kalian, aku akan memberi janji yang sama.
All Rights Reserved
#397
asrama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FRIEND'S
  • The First, Not the Last
  • SalFlo
  • AMERTA : The Last Embrace
  • Kuas,Cat dan Cinta
  • FIZYA
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Eliinaa
  • The Chance
FRIEND'S

"Udah lama gak ketemu ya. Gue kangen suara lo. Kemaren waktu kita ketemu lo sama sekali gak ngomong, kenapa?" cowok itu berbicara seakan sudah mengenal Ara sangat dekat. "Ah itu, gak tau. mungkin gue masih ngantuk" "Harusnya gue yang bilang kangen sama suara lo" Tidak akan lagi aku meminta untuk di pertemukan dengan mu. Do'a ku selama ini sudah terjawab. Dan itu pertanda bahwa kau sudah pasti menjadi milikku. ### Follow biar ga ketinggalan lanjutan ceritanya #1 nostalgia pada 26Mei 2022 #2 nostalgia pada 3 Mei 2022

More details
WpActionLinkContent Guidelines