Dear My Roommates

Dear My Roommates

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 21, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Kepada jiwa-jiwa yang pernah tinggal dan kemudian pergi demi cita-cita, ada ribuan terima kasih yang ingin ku sampaikan. Kepada ratusan hari yang pernah dilalui, kepada tawa juga tangis yang datang sesekali, kepada tatapan mata yang amat tulus, terima kasih. Langkah terakhir, ketika harus ku tinggalkan tempat yang menampung tiga tahun penuh mimpiku ini, sekelebat cerita yang pernah ada muncul dalam ingatan dan pandangan mataku; tentang pembicaraan kala rembulan datang, atau tentang pertengkaran kecil saat bel sudah berbunyi. Meski ada banyak tempat lain yang mungkin jauh lebih baik di sana setelah ini, tempat di mana kita biasa menghabiskan waktu tak akan pernah ku lupakan. Meski kadang menimbulkan sesak tak tertahan, kehadiran kalian teramat berarti karena telah menjadi penyemangat diri ini. Tentang dukungan untuk cita-cita yang orang bilang tak masuk akal, tentang perhatian kecil saat diri tak sadar diri, tentang pendengaran yang selalu siap untuk sebuah cerita tak penting, tentangmu, tentangku, tentang kita, dan tentang kalian akan selalu hidup dalam ruang kecil di dalam hatiku. Entah, meski di masa depan kita mungkin tak lagi saling berpapasan, atau mungkin kita tak akan lagi pernah bertukar kabar, padaku, berjanjilah untuk selalu mengenang masa-masa ini. Karena pada kalian, aku akan memberi janji yang sama.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FIZYA
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • The First, Not the Last
  • Kuas,Cat dan Cinta
  • My Past
  • Stupid Love [END]
  • The Chance
  • FRIEND'S
FIZYA

welcome my story>< 📌 Jangan lupa Follow sebelum membaca 📌Jangan lupa Vote and komen 🍀🍀🍀 "Kenapa semuanya pergi!" Gadis itu berhenti berlari. Hujan masih saja membasahi bumi. "Gue cape! Gue cape, jika harus berpura-pura kuat hiks hiks." Gadis itu masih saja menangis, air matanya terbawa oleh rintikan air hujan. Seseorang yang terlihat ceria belum tentu dia bahagia. Bisa saja ada luka yang bersembunyi dibalik senyum itu. Bagaimana sikap kalian saat keluarga kalian tak menganggap mu? Persahabatan yang mulai merengegang, bahkan orang yang dijadikan sandaran pun telah pergi untuk selamanya. Akankah dia bisa bertahan? Atau bahkan memilih menyerah saja dengan takdir? selamat membaca') 🍀🍀🍀 cerita fizya yang dulu sama di aku hapus karena menurut aku ceritanya kurang baik. Tetapi memang disetiap karya pasti ada kekurangannya . Termasuk karya aku ini:) Start: 18 april 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines