The Unforgettable Us

The Unforgettable Us

  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 18, 2021
HIATUS!! "Kalian memang sebuah grup yang selalu menjadi pusat perhatian di kampus ini." Oceh salah seorang mahasiswa yang tak sengaja terlibat sebuah obrolan ringan dengan Kiana, Cordie, Dave, Anson dan Daniel. "Kami tau, kami memang sekeren itu." 'Plak' Sontak Anson mengaduh kesakitan karena sebuah tangan telah memukul kepalanya kasar. Bukannya menolong, tapi empat sahabatnya hanya tertawa renyah melihat Anson seperti itu. "Kurasa itu memang pantas kau dapatkan." Sahut Kiana yang saat ini masih menahan tawanya supaya tidak semakin meledak. Walaupun dianggap sebagai wanita yang kalem dan baik, tapi Kiana tetap setuju dengan perlakuan Cordie pada Anson tadi. "Lihat! Bahkan Kiana setuju denganku. Kalian berdua juga setuju kan?" Tanya Cordie sambil menatap Dave dan Daniel bergantian. Sedangkan kedua pria yang diajaknya bicara itu hanya membalasn dengan bahasa isyarat yang mengartikan setuju. Lantas tawa Cordie pecah begitu saja. Perlakuan kasarnya telah disetujui oleh semua sahabat baiknya. "Dasar kalian!" Decak Daniel tak habis pikir. Sedangkan Dave masih diam namun kepalanya menggeleng heran melihat sikap sahabat baiknya itu. Memang sudah kebiasaan mereka berlima jika sudah berkumpul, yaitu membicarakan hal yang sebenarnya tidak penting. Tapi justru itulah yang membuat persahatan mereka tetap kekal sampai saat ini. Namun tidak ada yang bisa menebak bagaimana kedepannya. Apakah perasaan mereka satu sama lain akan selalu sama? Hanya sekedar sahabat? Atau lebih?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Taken Slowly
  • The Beauty Inside(Complete)
  • Cuek Tapi Romantis [Dreame/Innovel]
  • Hi, Pak Dosen!
  • Moonstruck
  • Seratus Meter Dari Hatimu
  • Satu Atap, Satu Hati
  • KOSTAN JANUARTA

MAUVE Diawali dengan jatuh cinta pada pandangan pertama. Di atas bus pada suatu sore sepulang latihan tari. Aneh rasanya, gue yang suka nge-cover dance K-Pop di media sosial dan cuma buka buku pelajaran kalau besok ada ujian, naksir cowok yang selalu peringkat satu di kelas dan hobinya adalah belajar. Tapi, cinta emang kayak gitu, 'kan? Memunculkan hal-hal baru yang lo enggak tahu ada di diri lo. MILO Jatuh cinta sama sahabat sendiri dan ketahuan? Dan, demi menyelamatkan muka, mau-mau aja diajak pura-pura pacaran sama teman sekelas yang terang-terangan naksir elo? Yap, tepat itulah yang gue lakukan. Kesalahan besar karena hidup gue yang tenang jadi berisik seketika. Cewek satu itu begonya enggak nanggung-nanggung dan mulutnya enggak pernah berhenti ngomong. Yang ada di otaknya cuma nari dan malas-malasan. Kemudian, pada satu titik, mendadak aja kehadirannya bikin gue terbiasa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines