Namanya, Malika Putri Anandya Salsabila Sudiro Husodo. Ayah dan ibunya lebih senang memanggil Malika. Sedang kakaknya lebih suka memanggilnya salsa dan adiknya lebih senang dengan nama putri sama seperti teman sekolahnya. Mereka memiliki alasan masing-masing memanggilnya dengan sebutan demikian. Sementara ia sendiri tidak mengambil pusing. Dipanggil dengan nama apapun yang penting tidak merendahkan atau melecehkan. Ok. Sekarang panggil saja ia putri. Seorang gadis modern yang memegang teguh panji-panji islam ditengah kemelut zaman modern yang tergerus akan budaya barat. Membuatnya berkeinginan untuk menjungjung tinggi nilai-nilai luhur yang luntur dari hari ke hari. Namun, hatinya belum siap untuk memakai hijab hingga hidupnya berubah, kala bertemu kembali dengan mantan teman kecilnya. Ia mendapat masalah dan merubah penampilannya menjadi lebih islami. Apakah accident tersebut? Bagaimana kisahnya dengan teman kecilnya? Lantas akan berakhir seperti apa? Simak dan baca terus cerita abal-abalku sampai the end. Insya allah ada hikmah. Jangan lupa juga buat pencet ⭐ dan beri komentar untuk apresiasinya ;) *mohon maaf, jika ada kaidah penulisan yang belum baik dan benar. Maklum, author labil. Happy reading :-)
More details