Blue String - END (Terbit)

Blue String - END (Terbit)

  • WpView
    Reads 9,867
  • WpVote
    Votes 1,757
  • WpPart
    Parts 48
WpMetadataReadComplete Wed, Mar 18, 2026
Setiap orang memiliki benang merah takdir di jari kelingking yang menghubungkan seseorang dengan jodoh masing-masing. Benang merah itu tak dapat dilihat, kecuali bagi mereka yang memiliki kemampuan untuk melihatnya. Itulah yang diceritakan mama Zaline sedari ia kecil. Tapi, Zeline tak pernah memercayai cerita yang dianggapnya takhayul itu. Baginya, benang merah takdir itu omong kosong. Karena yang dilihatnya adalah benang biru halus di jari telunjuk yang ujungnya terjulur hingga ke langit, bukan benang merah awut-awutan yang menghubungkan jari kelingking manusia yang satu dengan yang lain. Mulanya Zaline tak terlalu memedulikan kemampuannya yang bisa melihat benang biru, sebelum ia bertemu dengan seorang laki-laki yang hampir tertabrak kereta di stasiun. Zaline, untuk pertama kalinya setelah enam bulan, akhirnya melihat seseorang dengan benang biru. Tapi, anehnya ... laki-laki itu dapat menghentikan waktu! Pertemuan Zaline dengan laki-laki itu membuatnya mengetahui sisi dunia yang misterius, tanpa menyadari bahwa bahaya besar tengah mengintai ia dan pemilik benang biru lainnya.
All Rights Reserved
#119
redstring
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ZAWIL
  • Gather My Tears [BoysLove]
  • 𝐅𝐢𝐫𝐬𝐭 𝐋𝐨𝐯𝐞 (𝐏𝐢𝐧𝐠𝐱𝐢𝐞)
  • RAKA [Completed] ✓
  • Candlelight (HIATUS)
  • Rassenkrieg: Absquatulate
  • The Veil of the Elf Prince [ON GOING]
  • Red String [Yizhan]
  • [END] Aimi, Unmei no Akai Ito
  • Bentangan Payung Biru
ZAWIL

Zawil Arzendra adalah remaja cerdas yang menyimpan banyak misteri. Sebagai pewaris perusahaan terbesar di Jakarta, hidupnya telah digariskan-meneruskan kerajaan bisnis sang ayah. Tapi di balik semua itu, Zawil menyimpan mimpi yang tak pernah didukung siapa pun... bahkan oleh orang tuanya sendiri. Sementara itu, Azura Xaviera, sahabat masa kecilnya, tumbuh menjadi gadis ambisius yang terlihat percaya diri dan berani mengambil risiko. Namun, tak ada yang tahu bahwa di balik senyum dan prestasinya, Azura hidup dalam bayang-bayang kakak-kakaknya. Ia terus dibandingkan, dituntut, bahkan tak diberi ruang untuk menjadi dirinya sendiri. Zawil dan Azura saling memahami-dua jiwa yang terluka, saling menjadi tempat bernaung. Tapi waktu dan takdir memisahkan mereka. Zawil harus memilih warisan keluarganya, dan Azura harus bertahan seorang diri dalam dinginnya ekspektasi. Kini, mereka kembali dipertemukan di bangku SMA. Rasa yang dulu pernah tumbuh masih tersisa, namun luka lama dan ambisi pribadi menghalangi segalanya. Dalam pusaran cinta, impian, dan luka keluarga... mampukah mereka melawan takdir? Atau harus kembali merelakan segalanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines