Sepekat Kopi

Sepekat Kopi

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Thu, Nov 25, 2021
"Selamat datang di Oh Là Là café...", sapaku sambil tersenyum. Ia pun menghentikan kegiatannya yang berusaha mengeringkan rambut dan kemejanya yang sedikit basah, dan menoleh ke arahku. Ia memandangku beberapa lama tanpa ekspresi. Ditatap seperti itu dengan pandangannya yang tajam entah mengapa jantungku berdegup dua kali lebih cepat dari biasanya. Aku pun berdehem untuk sedikit menghilangkan kegugupanku. -Hanabella "Selamat datang di Oh Là Là Café..." Suara lembut itu menyapaku saat aku memasuki kafe itu. Kulihat seorang gadis mungil bermata coklat madu dan berambut hitam panjang menyapaku dengan senyumnya. Seolah ia memang sedang menungguku. Sekilas aku tergoda untuk membalas senyumnya yang begitu manis. -Mada Harris
All Rights Reserved
#15
forgiveness
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tulisan untuk Rama✔
  • Siluman Tak' Bernyawa
  • One cup of coffee
  • Love Taste Coffee
  • BAND AID
  • LOVE YOU, A LATTE [COMPLETE]
  • Hiraeth
  • I'm Not Chef

Hai, Rama! Aku ingin menyampaikan pesan padamu. Pertama aku ingin minta maaf, Maaf karena telah dengan lancangnya menikmati senyuman manismu tanpa izin, Maaf karena telah berani memandangi wajahmu lama-lama tanpa kamu ketahui, Maaf karena sering mengitipmu yang sedang tertidur pulas di dalam kelas, Maaf karena sudah mengambil gambarmu secara diam-diam hingga membuatmu merasa risih. Kedua, aku ingin berterima kasih, Terima kasih atas senyum dan tawa yang sudah kamu tunjukkan, Walau itu semua bukan ditujukan padaku. Dan yang terakhir, Aku mengagumimu, Rama! Aku tak berharap kamu akan membalasnya, Aku hanya ingin bisa terus melihatmu bahagia. Karena kebahagiaanmu, ialah kebahagiaanku juga. Tertanda, Asya Anandita, Perempuan yang hanya bisa melihat tawamu dari kejauhan, dan bukan menjadi alasanmu tersenyum ataupun tertawa. cover : pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines