Sepekat Kopi

Sepekat Kopi

  • WpView
    Membaca 22
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadLengkap Kam, Nov 25, 2021
"Selamat datang di Oh Là Là café...", sapaku sambil tersenyum. Ia pun menghentikan kegiatannya yang berusaha mengeringkan rambut dan kemejanya yang sedikit basah, dan menoleh ke arahku. Ia memandangku beberapa lama tanpa ekspresi. Ditatap seperti itu dengan pandangannya yang tajam entah mengapa jantungku berdegup dua kali lebih cepat dari biasanya. Aku pun berdehem untuk sedikit menghilangkan kegugupanku. -Hanabella "Selamat datang di Oh Là Là Café..." Suara lembut itu menyapaku saat aku memasuki kafe itu. Kulihat seorang gadis mungil bermata coklat madu dan berambut hitam panjang menyapaku dengan senyumnya. Seolah ia memang sedang menungguku. Sekilas aku tergoda untuk membalas senyumnya yang begitu manis. -Mada Harris
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#484
memories
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Maaf' (Revisi)
  • Perfect Destruction
  • Tulisan untuk Rama✔
  • I Latte You
  • Secangkir kopi dan cerita ✔
  • Hiraeth
  • Not As Sweet As Sugar
  • I'm Not Chef
  • Siluman Tak' Bernyawa
  • Perfect Love

Hari hariku akan segera di mulai atau malah akan berakhir secepat itu? Ini yang dinamakan fajar atau senja? Ini jalanmu atau jalanku? Aku ingin berhenti dari semua fantasi ini Maaf..... Kumohon lupakan aku.... Semua tentangku ••• "kenapa ibu nggak pernah jujur sama aku selama ini?"ucap Nita yang telah berlinang air mata. Hatinya seketika hancur ketika mengetahui rahasia yang selama ini disembunyikan ibunya. "Maafin ibu, ibu takut jika kamu akan pergi ninggalin ibu''ucap Ranti yang tak bisa menahan air mata yang semula dibendungnya. "Tinggalkan aku, aku butuh waktu sendiri"ucap Nita yang langsung memalingkan wajahnya dari ibunya. "Nit dengerin ibumu dulu"ucap Andi "Cukup Ndi, kumohon pergi dari sini!'' Andi dan Ranti pun keluar dari kamar Nita. Setelah mereka pergi, Nita menangis sejadi jadinya. "Kenapa kalian semua egois?"ucap Nita di tengah tangisannya. "Riza, hanya Riza yang bisa ngertiin aku. Aku harus bertemu dengan nya"batin Nita. ••• Sebuah cerita tentang dia, aku, dan sebuah perasaan yang takkan terungkap dengan mudah Cinta yang terpendam karena eratnya persahabatan Cinta yang terhalang karena terbongkarnya suatu rahasia besar Mau tahu bagaimana keseruan ceritanya?jangan lupa mampir untuk baca ya

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan