We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Epiphany

Epiphany

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 26, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"People say that life itself has a lot of lesson, so I see, I hear and I learn about how painful love and life is. All I know is, love seems so hurtful, horrible, and full of tears. But wait, did all love painful ?, can anybody tell me ?." - Lynette - Lynette menjalani lebih dari separu hidupnya dengan masa lalu yang mengerikan dan kelam, siapapun yang mengetahui kisahnya akan sangat bersyukur melihatnya tumbuh sempurna dan masih bertahan hidup sampao detik ini. Ia menjalani hidupnya dengan normal, namun trauma masa lalunya membentuk dinding untuk dirinya, Lyn mudah sekali tidak percaya dan dia tidak percaya dengan cinta. Akankah ada orang yang menyadarkannya kalau cinta itu lebih manis dari gulali , selembut sutra, lebih indah dari semburat lembayung senja, dan lebih candu dari kokain atau alkohol ?.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • Di Suatu Senja
  • SEA AND MOUNTAINS ( ZEESHA )
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • ngger adalah vandyku
  • Amor Almira
  • MY IDOL GIRLFRIEND ( ZEESHA )
  • Self Injury's(complete)✔
  • WHY?
  • Look At Me Now
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines