Release

Release

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 30, 2021
! On Going ! Note : ⚠️Cerita ini mengandung kata-kata toxic ⚠️ ⚠️ Kisah ini real and fiksi ⚠️ "HAHAHA, lo pacaran sama Adam adik kelas itu? Lo paksa supaya dia mau jadi pacar lo kan? Gak mungkin dong si Adam mau sama lo!" Adifyan. Lelaki yang tidak pernah puas membully Flea. Flea menatap kearah Adifyan dengan datar. "Dengerin gue baik-baik! Gue gak pernah sekalipun maksa Adam buat mau sama gue!" Lelaki yang memiliki paras tampan itu berdecak. "Ck! Najis! Mana mau Adam sama orang kayak lo!" jangan lupa voment sebanyak-banyaknya ya, kalo bisa si follow juga akun aku hehe gamaksa kok ^_^ Thanks all!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AKU, KAMU DAN SENYUMAN DIBALIK BUKU
  • 180° [END]
  • DANDY
  • My Boyfriend Is Like Ice
  • GALAKSA
  • Adellya
  • GALANG [SELESAI]
  • Because I'm Stupid (End)
  • Surat Untuk Andiny {TAMAT} ✓
  • Lisa [Sudah Terbit dalam Bentuk E-Book]

Belle nggak pernah nyangka kalau sebuah DM bisa ngubah harinya. Awalnya cuma iseng bales chat dari cowok asing bernama Althar, yang ternyata satu sekolah sama dia. Percakapan yang awalnya dingin, lama-lama jadi kebiasaan. Dari sekadar "Salken" sampai jadi obrolan panjang tiap malam. Dari cuma komentar story sampai jadi tempat berbagi cerita. Althar selalu ada, nanya kabar, ngasih semangat, dan jadi pendengar yang nggak pernah bosen dengerin keluhan Belle tentang sekolah yang jauh, tugas yang numpuk, atau masalah-masalah kecil lainnya. Perhatian kecil yang dikasih Althar bikin hari-hari Belle jadi lebih ringan. Tapi, Belle sadar kalau followers Althar penuh cewek cantik. Dia tau banget tipikal cowok kayak gini. Belle udah janji sama dirinya sendiri, jangan sampai suka. Jangan sampai kejebak di perasaan yang mungkin cuma dia yang ngerasain. Tapi kalau emang nggak ada rasa, kenapa setiap kali notifikasi dari Althar muncul, Belle selalu senyum-senyum sendiri? Kenapa tiba-tiba chat dia jadi hal yang ditunggu? Dan... gimana kalau suatu hari, semuanya nggak sama lagi? #maaf ya kalau kurang menarik, kalau bisa kasih sarannya yaa!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines