
"Aku tak bisa menyalahkan siapa-siapa atas segala luka yang kubiarkan, atas segala kecewa yang kusengaja. Dalam angan yang kusebut mimpi, pesan yang tersematkan pada secarik kertas putih tetaplah dinamai puisi, tak akan menjelma pelukan, tak akan menjelma harapan. Sepasang mata itu kubiarkan melebur seiring kedipan mataku. Sepatunya ada di dalam kotak, aku kembalikan. Terima kasih, aku sudah bisa mengikat tali sepatuku sendiri." Allegra menatap nanar layar ponselnya, ia berulangkali membaca pesan yang tertera di sana. Berusaha menampik bahwa kalimat yang diterimanya kali ini adalah salam perpisahan.Todos los derechos reservados
1 parte