HI RISHA!

HI RISHA!

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 26, 2021
JANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM MEMBACA!! Padahal niat dan tekadnya sudah bulat pengen ngincar kating, tapi entah bagaimana awalnya. bisa-bisanya Tarisha Maqdesia atau yang kerap dipanggil Risha itu terjebak kedalam pesona Laki-laki misterius dan dingin seperti Hanis Sagara Fareal. teman sekelasnya, padahal risha anti menjalin hubungan dengan teman sekelas. dan yah lebih parahnya lagi ternyata teman circlenya sendiri. ah sepertinya tidak tepat jika dianggap teman, yah karena ia sendiri tidak begitu akrab dengan laki-laki itu. circlenya pun terbentuk begitu saja lebih tepatnya bermula dari pembagian tugas kelompok saat semester I. Klasik bukan. ''Hi Risha! kalo gue suka sama lo gimana?'' ucap laki-laki itu tenang Pernyataan tiba-tiba dari laki-laki itu membuat Tarisha diam mematung sesekali mengerjap sambil bergelut dengan pikirannya sendiri selama beberapa detik, sampai sebuah kalimat keluar dari bibir mungilnya '' loh, gimana kok bisa?'' tanyanya lalu bagaimana kisah mereka selanjutnya? Btw gak pinter bikin Deskripsi yuk langsung baca aja!!! @nisadisinii 26/11/2021
All Rights Reserved
#405
gebetan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lantas (END)
  • HURU-HARA HATI ✓
  • Letha
  • Rekal Rara [END]
  • Tuan Muda Gevindra [COMPLETED]
  • Mushaf Cinta Dari-Nya [ END ]
  • DOSENKU MANTANKU [SUDAH TERBIT]
  • I Never Loved My Ex [End]
  • Behind This Happines [END]
  • Have you RESYA! [Tamat]

PERINGATAN ⚠️ Di beberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines