My Hero Mom

My Hero Mom

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Dec 29, 2021
Zora Alia Putri. ya, nama ku Zora, tetapi bunda memanggil namaku, Lola. Sungguh indah bukan? Aku, hanya gadis kecil yang menumpang hidup di pundak seorang wanita dewasa, yang ku sebut sebagai, Bunda. ayah ku? Entah lah. Aku tak tau di mana ia sekarang. Yang jelas kata Bunda, ayah pergi jauh meninggalkan kami berdua dan tak pernah kembali. Pernah aku menunggu nya. Tetapi, kata Bunda, dia tidak akan pernah kembali, seperti itu katanya. Tapi, aku menganggap nya hanya sebatas gurauan belaka. Mungkin, ayah sibuk bekerja. mana mungkin bukan? Seorang ayah tega meninggalkan gadis kecilnya berdua dengan sang Bunda. No whay! apakah kau tau? Bunda selalu menangis di setiap malam. Aku mendengar suara Isak tangis nya yang begitu memilukan. Bunda selalu menyebut nama ayah di sela sela tangis nya. aku hanya bisa mendengar kan. Aneh bukan? Jika ayah bekerja sangat jauh dari kami, aku yakin pasti dia akan kembali. Padahal, dia di sana Hanya untuk menghidupi ekonomi kami disini. Lalu, Kenapa bunda menangis? Aku yakin pasti ayah akan kembali untuk pulang ke rumah. mungkin... Atau tidak! Ya, tidak. Ayah tidak kembali ke rumah sampai bunda meninggalkan Lola sendiri. Dan Lola hanya bisa menangis memandangi foto ayah Dan bunda. Ini kisah Lola. Menceritakan seorang Bunda yang begitu kuat dan super Hero. Walaupun, ayah tidak pernah hadir di samping Lola. Bakal aing revisi sesudah tamat. Happy for watching ><
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE ARVELLO
  • Silent, Please! (Re-up)
  • My Baby Triplets✔
  • You are in my past and my future [END]
  • Hurry Hutt  Frei Wolfsmadchen
  • tentang sebuah rasa
  • Five wishes! [SM Family]
  • Are We Brother's ? - [boynextdoor] TERBIT✓
  • Thank You For Everything [BoelxYaya]

Don't live with what is not considered. (Jangan hidup dengan yang tak dianggap) "Aku rela jika lara ku mati. Tapi izinkan aku melindungi dia yang sendiri" "Ini siapa, Bun?" tanya Bian penasaran dengan menyodorkan foto anak laki-laki berusia 7 tahun yang sedang tersenyum bahagia di sana. "Anak sulung pertama di keluarga Prahatama"jawab Bundanya. "Bian ga pernah ketemu anak ini. Dia masih hidup kan Bun? namanya siapa? Bian mau temenan sama dia." Berbagai pertanyaan polos terlontar dari bibir sang anak. la tidak tahu bahwa suatu hari nanti, anak itu yang akan membawa malapetaka baginya. "Jangan pernah mau berteman dengan dia!"perintahnya pada Bian. "Emang kenapa, Bunda?" "Kayaknya dia orang ba--" "Dia berbahaya. Bagi kita. Dan tidak lama lagi kamu akan tau siapa dia." "Tapi Bunda. Dia masih hidup?" "...." "Aisshh...dia siapa? berbahaya? kenapa?" tak ada jawaban dari sang Bunda membuat Bian lebih penasaran terhadap anak laki- laki itu. Penasaran dengan kelanjutannya? langsung next aja.

More details
WpActionLinkContent Guidelines