Remember Life And Love

Remember Life And Love

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 24, 2021
😞😞😞 Ayah bangun ayah "tolong,,,, Malam itu aku hampir kehilangan ayah ku Darah yang mengalir dari kepala ayah sangat membuat ku takut aku hanya bisa menangis sambil memangil-mangil ayah yang tak sadar kan diri.... "ibu jahat,,,hentikan jangan sakiti ayah aku mohon ibu hentikannnnn "teriak ku ... Mendengar teriakan itu ibu menendang pintu dengan keras sehingga terdengar oleh mereka dan datang menghampiri rumah kami,,,, Orang-orang mulai berdatangan dan menangkap ibu Aku dan kakak ku di bawa ke rumah kepala desa alih-alih untuk mengaman kan kami. Adik ku yang masih kecil di pangkuan kakak perempuan ku,,,,,,,, aku dan kakak sangat trauma karna kejadian tersebut. "kak di mana ayah,,,,tangis sembari bertanya kepada saudara """ku Kakak hanya bisa diam sambil menangis ,dia tidak menjawab ku. "kakak di mana ayah kakak di mana ayah kakak jawab aku kalimat yang terulang dari mulut ini "diammmmmmm,,,jika kau bersuara aku akan membunuh mu" ,,,kakak beteriak histeris sembari menatap ku dengan tajam. Lalu ia pergi dari hadapan ku. Aku diam membisu,,, ketika mendengar kalimat menyakitkan itu... Hati ku hancur Seakan hidup ku tak berati apa""lagi Aku kehilangan semua nya dalam waktu yang begitu singkat . 🍂🍂🍂🍂
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • Sepotong Kekosongan [ THE END ]✔︎
  • SATU RAGA SERIBU LUKA |
  • Abadinya Kisah Jerrom & Affa
  • Secangkir Teh
  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • Alisa's Story
  • Flight
  • GEVRONZ

"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines