With You

With You

  • WpView
    Reads 92,124
  • WpVote
    Votes 910
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 5, 2015
"Berani bayar sama tubuh lo?" "Wh. Whattt?" Senyum seringai tercetak jelas di bibirnya. Oh God! Luna duduk gelisah di tempatnya. Tu-buh? Uh.. oh.. bagaimana inii? "Ah gue berubah pikiran. Gue gila kalo minta bayaran dengan tubuh lo itu. Semua serba kecil atau jangan jangan ga ada sama sekali?" Seketika cowok itu berjongkok di depan Luna. Tangannya terulur dan dalam satu gerakan jemarinya meremas salah satu payudara milik Luna. Tak sempat berteriak atau apapun, Luna terlalu shock dan hanya bisa menyilangkan kedua lengan di depan dada setelah tangan nakal itu meninggalkan jejak di tubuhnya 'Oh dada gue ga virgin lagi!' "Benar benar kecil. Bagaimana mungkin gue bisa horny? Ckckck. Lupakan!" Dan setelah itu dia pergi meninggalkan Luna yang masih bengong bego di lantai.
All Rights Reserved
#50
buronan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Snow Night Story [END]
  • My Panda
  • Arena Vs Andreas [TAMAT]
  • Jangan Pergi, Ayi
  • Origami Alfiolita (End)
  • KEPINCUT BRONDONG
  • [END] Perfect Half
  • Sepaket Luka & Obatnya (Versi benar)
  • MY BOS IS MY (HUSBAND)-(YIZHAN) (END)✔️
  • Mbak, I Love You (Tamat)

"Gue Bulan. Aluna Bulan Baskara." "Sampai ketemu lagi, Luna." Setelah Bulan kabur dari Jepang saat dirinya akan dijodohkan, dia mendatangi club malam bersama temannya, siapa sangka keesokannya dia bangun di sebuah apartemen laki-laki dengan tidak berpakaian. Lebih parahnya lagi laki-laki yang tidur dengannya adalah orang yang mau dijodohkan dengannya, awalnya Bulan tidak mau menikah dengan laki-laki itu, tapi nasi sudah menjadi bubur, mereka sudah tidur bersama. "Apa lo juga mau tau fakta soal pernikahan kita?" Bulan mendongak menatap Dikara. Dikara menyeringai, tidak baik jika ia menyembunyikannya kan? "Gue yang jebak lo! Gue yang seret lo kesini!" "Brengsek .." lirih Bulan dengan air mata yang lolos dari pelupuk matanya. "Sstt .. Istri gue gak boleh ngomong kasar," seringai Dikara dengan membantu Bulan berdiri. "Lo dengerin gue baik-baik! Kalo lo bilang mau cerai lagi, gue bakal hamilin lo!" ~~ ! Bahasa kasar, acak, 18+!! !!FOLLOW SEBELUM MEMBACA!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines