With You

With You

  • WpView
    Reads 92,129
  • WpVote
    Votes 910
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 5, 2015
"Berani bayar sama tubuh lo?" "Wh. Whattt?" Senyum seringai tercetak jelas di bibirnya. Oh God! Luna duduk gelisah di tempatnya. Tu-buh? Uh.. oh.. bagaimana inii? "Ah gue berubah pikiran. Gue gila kalo minta bayaran dengan tubuh lo itu. Semua serba kecil atau jangan jangan ga ada sama sekali?" Seketika cowok itu berjongkok di depan Luna. Tangannya terulur dan dalam satu gerakan jemarinya meremas salah satu payudara milik Luna. Tak sempat berteriak atau apapun, Luna terlalu shock dan hanya bisa menyilangkan kedua lengan di depan dada setelah tangan nakal itu meninggalkan jejak di tubuhnya 'Oh dada gue ga virgin lagi!' "Benar benar kecil. Bagaimana mungkin gue bisa horny? Ckckck. Lupakan!" Dan setelah itu dia pergi meninggalkan Luna yang masih bengong bego di lantai.
All Rights Reserved
#16
cewekaneh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Loving The Hot Police (Completed)
  • Mbak, I Love You (Tamat)
  • Jangan Pergi, Ayi
  • Ayah yang Menginginkanku 18+
  • My Panda
  • Snow Night Story [REVISI]
  • Origami Alfiolita (End)
  • U'RE MINE [END]
  • Arena Vs Andreas [TAMAT]
  • DUTRA AZALEA (COMPLETED)

Cerita dewasa 18+ FOLLOW SEBELUM MEMBACA! "Udah sampai" Ucap Bumi. Lelaki itu ingin menurunkan Launa namun gadis itu malah melamun di atas pundaknya dan memeluk lehernya erat. "Kamu dengar gak?" Tanya Bumi. "Ehh?" Launa bingung dan menegakkan kepalanya. "Kita cuma berdua Om? Disini gak ada orang tua Om? Jangan bilang Om mau macem-macemin aku, aaaa!!! Aku gak mau!!!" Teriak nya tepat di kuping Bumi. Bumi yang mendengar teriakan Launa tepat di telinga kanannya hanya meringis ngeri, sungguh ia takut jika kupingnya budeg karena kupingnya sampai berdengung mendengar teriakan Launa. "Kamu mau turun atau enggak?" Tanya Bumi lagi. "Jawab dulu Om pertanyaan aku" Launa yang masih kekeuh semakin mengeratkan pelukannya pada leher Bumi. "Kalau kamu gak turun, saya gak jamin bakal gak macem-macemin kamu" Ucap Bumi yang melirik Launa dari ekor matanya. "Kenapa sih!?, aku berat ya Om?" Tanya Launa mencebikkan bibirnya. Gadis itu memilih turun dan mengambil kopernya dari genggaman Bumi, ia sebal dengan lelaki ini yang sedari tadi menatapnya dingin. "Kamu gak berat, cuma saya takut khilaf lama-lama, karena dari tadi rasain bokong dan dada kamu" Ucap Bumi yang membuat Launa melotot. Karena malas meladeni Launa, akhirnya Bumi memilih masuk kedalam kamar dan membersihkan badan. "Dasar ya laki-laki sama aja!, sama-sama mesum!" Teriak Launa kala melihat Bumi yang menghilang di balik pintu kamar.

More details
WpActionLinkContent Guidelines