Prahara Majapahit

Prahara Majapahit

  • WpView
    Membaca 6,117
  • WpVote
    Vote 277
  • WpPart
    Bab 41
WpMetadataReadDewasaLengkap Min, Mei 29, 2022
WpInfo
Fiksi
Fiksi Sejarah
Ia berdiri dari duduknya. Arum tertegun. Membantu ganti baju ? Melihat baju rajanya saja sudah ribet, apalagi menggantinya ? Harus mulai darimana aku membukanya ? Pikirnya bingung. Melihat gadis itu kebingungan, Jayanegara tersenyum. "Mulai dari sini, Arum." katanya seakan bisa membaca pikirannya. Jayanegara menunjukkan sabuk ikat pinggangnya yang terbuat dari emas berkilauan. Ragu-ragu Arum menghampiri rajanya. "Maafkan kalau hamba tidak sopan, sinuwun," katanya perlahan. Ia lalu membuka sabuk itu. Begitu dibuka langsung kain celana sang prabu melorot jatuh. Arum menjerit melihat tubuh telanjang rajanya. Ia menutup wajahnya dengan telapak tangannya. "Apakah kau belum pernah melihat tubuh laki-laki, Arum ?" tanya sang prabu. Arum tergagap. Ia segera bersimpuh menyembah sambil menundukkan wajahnya dalam-dalam. Wajahnya pucat pasi. Ia sangat takut telah berbuat kesalahan pada rajanya. "Maaf gusti, maaf.. Hamba terkejut. Hamba belum pernah melakukan ini, sinuwun. Hamba kaget tadi. Maafkan hamba.." "Bangunlah, Arum. Ambil pakaianku di atas meja. Pakaikan padaku." Dengan penuh rasa takut Arum bangkit dari duduknya. Diambilnya kain sutra di atas meja. Sambil berjalan ia menundukkan wajahnya karena risih melihat tubuh Jayanegara. Dibukanya kain itu, dililitkannya di pinggang sang prabu. Saat Arum membungkuk dan melilitkan kain di tubuhnya, Jayanegara menarik kain tersebut dari tangan Arum. "Aku tidak membutuhkan kain ini, Arum." Ia memeluk gadis itu dan mendorong tubuhnya ke ranjang. Arum menjerit kaget. "Kau diperintahkan ayahmu untuk melayaniku. Aku hanya mengikuti keinginan ayahmu. Jangan salahkan aku." ---------------------------------------- Ia seorang raja muda. Usianya baru 16 tahun saat ia mewarisi tahta Majapahit dari ayahnya. Usia belia, harta, tahta dan wanita dalam genggaman, cukup membuat siapapun goyah karenanya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • You Are Only Mine
  • Ikatan Tanpa Pilihan
  • Derita Istri Kedua Dosen
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Lintang Di Langit Majapahit [END]
  • melody dan hujan yang jatuh di bulan april  { TAMAT}
  • HEARTBREAKING (On Going)
  • GARBHAPATI [REVISI]
  • Pregnant with Rebel Prince (SELESAI)

"Ahh kenapa kepalaku pusing sekali" gumam gerald. Dan dia sangat terkejut saat melihat semua kekacauan di dalam kamarnya, baju-baju yang berserakan di lantai dan tunggu sepertinya saat ini dia sedang berada di dalam kamar reyna dengan keadaan berantakan. "Ya tuhan, apa yang telah terjadi?" gumam gerald dalam hati sambil memijit dahinya pelan. "Uuung" Deg! Gerald langsung menoleh ke sampingnya saat mendengar suara reyna. Dia menatap shock ke arah adik angkatnya itu dan secara perlahan reyna juga membuka matanya, dan dia sangat terkejut saat melihat gerald berada di dalam kamarnya sepagi ini bahkan di atas ranjangnya reyna pun segera bangun, sama seperti yang gerald rasakan reyna juga merasa kepalanya terasa sangat pusing. Namun dia kembali mengalihkan pandangannya saat melihat gerald tidak memakai baju. "Kakak sedang apa di kamarku sepagi ini dan, dan dimana bajumu?" Gerald yang mendengar perkataan reyna pun tersadar lalu kembali melihat kearah lantai, bukan hanya bajunya saja yang berserakan di lantai itu namun baju reyna juga. "Ya tuhan" lirih gerald. Sedangkan reyna belum juga menyadari situasi mereka karena pusing yang menderahnya saat ini. "Kenapa kepalaku pusing sekali" keluh reyna. "Reyna" "Ya kak" "Maaf" "Apa kak?" "Maafkan aku reyna" setelahnya gerald membawa reyna ke dalam pelukannya, dia memeluk reyna dengan sangat erat. Apa yang sebenarnya telah terjadi di antara gerald dan reyna? Penasaran? Kalau begitu selamat membaca! 📖 . . . . . . . . . . . . . . 🍁🍁🍁 Ceritanya ini adalah karangan author sendiri ya, murni dari pikiran author sendiri. Bagi yang sudah Vote and Coment, author sangat berterima kasih pada kalian 🙂. Dilarang Plagiat ⚠️, belajarlah mengarang ceritamu sendiri tanpa menjiplak ide orang lain.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan