Lady Boss!

Lady Boss!

  • WpView
    Reads 286,574
  • WpVote
    Votes 21,577
  • WpPart
    Parts 61
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 27, 2022
Sequel Falling in love with a killer! Shea Rebecca Maverick, gadis berusia dua puluh tiga tahun. Sosok gadis yang begitu didamba-dambakan oleh kaum adam. Bagaimana tidak? Ia cantik, seksi, cerdas, dan terhitung sukses berkarier di usia mudanya. Hanya saja, tidak sembarang pria dapat mendekatinya. Ia memandang pria tidak lebih penting dari segala urusan pekerjaannya. Namun tidak sampai di sana, pada akhirnya ia jatuh ke pelukan seorang pengusaha muda yang mati-matian mengejar cintanya. Berkat usahanya, hati Shea pun berhasil mencair dan mereka menjalin hubungan asmara yang romantis. Hingga suatu ketika, hadirlah sosok pria yang justru tidak terlalu menyukainya. Namun, ia berusaha menghancurkan hubungan romantis Shea. Mampukah Shea mempertahankan hubungannya? Yuk lanjut baca aja! T.w! Adult scene
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SECRETARY BOSSY (21+)
  • Mr. Trouble
  • AMANDA dan Si MATA BIRU
  • Misteri Miliknya
  • R A H A S I A
  • Mengejar CEO Tampan
  • My Secretary   [END]
  • Bound by Vows, Forged by Fate [On Going]
  • THE BOSS
  • Baby Boss 21+ (COMPLETED)

Warning...! Adult 21+ . . . " Terimakasih saja tidak cukup, sayang..." ringis Barrack menatap ke dalam manik Helena. Helena memutar bolanya ke atas, sungguh ia bertahan membetengi hatinya selama bertahun - tahun agar tak jatuh pada pesona atasannya ini. " Baiklah selesai... mungkin anda harus istirahat sejenak. Mengingat pipi anda masih memerah, Mr...." Helena membereskan obat - obat yang barusan ia gunakan untuk mengobati pipi Barrack, hendak bangun dari posisinya. Barrack mencekal pergelangan tangan Helena. " Kau tau... aku tak bisa membayangkan. Ada lelaki lain menyentuhmu, apalagi menampar pipimu ini..." Barrack memandang lekat manik Helena, mengusap lembut pipinya. Helena menutup matanya merasai kehangatan dari usapan lembut Barrack dipipinya. Helena kalah, benteng pertahanannya runtuh. Merasakan kehangatan dan kelembutan yang diberikan Barrack padanya. Perlahan Helena membuka matanya, menundukkan kepala, menuju wajah Barrack yang berada di atas pahanya, bibirnya bergerak menuju bibir Barrack. Barrack terlampau kaget dengan gerakan tiba - tiba Helena, namun tak urung ia perlahan menutup matanya merasai kecupan Helena dibibirnya. Hanya beberapa detik, Helena kemudian melepaskan ciumannya dibibir Barrack. " Ciuman itu jangan nanggung, Helen..." Barrack bangun mengambil posisi duduk, tangannya terjulur menuju leher Helena, ditariknya kepala Helena, didekatkan wajahnya, bibirnya langsung melumat bibir Helena. . . .

More details
WpActionLinkContent Guidelines