Bagi Kang Hana, hidup adalah sebuah bangunan megah yang pondasinya terbuat dari kebohongan. Selama enam belas tahun pertama hidupnya, ia meyakini bahwa dunianya adalah cerminan dari kesempurnaan. Ia adalah putri tunggal dari keluarga terpandang yang dijuluki masyarakat sebagai simbol kebahagiaan sejati. Namun, kesempurnaan itu hanyalah fatamorgana yang menguap dalam satu malam saat kenyataan pahit menghantam tanpa peringatan. Perceraian tragis serta perubahan sikap ibunya yang mendadak dingin, hingga kemunculan Haru-adik laki-laki yang lahir dari wanita lain bernama Lee Mirae-menjadi titik nol kehancuran hidup Hana. Baginya, Haru adalah bukti hidup dari pengkhianatan ayahnya dan noda yang menghancurkan martabat ibunya.
Di bawah langit Eropa yang biru pucat namun menggigit, Hana dipaksa berbagi napas di bawah atap yang sama dengan Haru. Di sanalah ia bertemu Jun, pria misterius yang selalu menemani hari-harinya selama di swiss. Hingga tiba hari dimana hari terakhir Hana berada di Swiss. Mereka membuat perjanjian akan bertemu kembali di Seoul, kota kelahiran mereka.
Sepuluh tahun pun berlalu dan Hana kembali ke Seoul bukan sebagai gadis malang, melainkan CEO wanita yang membalut lukanya dengan kekuasaan dan sikap dingin yang tidak tertembus. Ia kembali dengan membawa kebencian lainnya. Pria itu tidak menepati janjinya, pria itu mengingkari janjinya. Seperti ayahnya.
"Hana, aku selalu menemukanmu. Tapi aku tidak bisa mendekatimu. Biarkan lah aku menjadi bayanganmu untuk sementara," batin Jun.
"Kenapa?" Hana berteriak dengan suara serak, air mata yang ia tahan selama satu dekade akhirnya tumpah di hadapan semuanya.Hana mundur selangkah, dadanya naik turun dengan sesak. Ia mencengkeram kemejanya sendiri, tepat di ulu hati. "Kalian semua jahat... Kalian membuatku menjadi orang asing di hidupku sendiri. Kalian membiarkanku memegang belati dan menusukkannya pada kalian setiap hari, sementara kalian hanya diam sambil berdarah."
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang