Story cover for Caramel Brew by songqkfk1117
Caramel Brew
  • WpView
    Leituras 13
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 1
  • WpView
    Leituras 13
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 1
Em andamento, Primeira publicação em nov 27, 2021
Di sebuah kafe kecil bernama Caramel Brew, Panca dan Ares dipertemukan oleh kebiasaan sederhana-segelas caramel macchiato di pagi yang dingin. Namun, hubungan mereka mulai berubah saat Kian, sosok dari masa lalu Ares, kembali muncul membawa kenangan yang belum tuntas.

Di antara denting gelas dan aroma kopi yang menguar, Panca harus menghadapi rasa cemburu dan ketidakpastian, sementara Ares berusaha meninggalkan bayang-bayang lamanya untuk sesuatu yang lebih nyata. Dengan ketulusan dan kehangatan yang terus tumbuh, mereka menemukan bahwa kebahagiaan tidak selalu berasal dari masa lalu, melainkan dari seseorang yang tetap tinggal di sisi kita, bahkan saat segalanya berubah.

Malam itu, di tengah turunnya salju, secangkir Caramel Brew Spesial bukan hanya sekadar kopi-melainkan awal dari sesuatu yang baru, lebih hangat, dan lebih manis dari sebelumnya.
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar Caramel Brew à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#37coffee
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
Ikhlas Yang Tak Mudah cover
5 Minutes A Day cover
Cafe 12.01 [LIZKOOK] cover
Bittersweet Coffee Cake [COMPLETED] cover
Kopi & Deadline (On Going) cover
Endless Love (BLUESY)  cover
Lemon Tea  cover
Sedu Kala cover
A-KU & A-MU cover
Honey in His Venom | TERBIT  cover

Ikhlas Yang Tak Mudah

10 capítulos Concluída Maduro

Seorang gadis cantik nan manis, berkulit sawo matang itu kini tengah duduk berteduh di sebuah cafe dengan menikmati secangkir kopi susu dan suasana hujan yang lebat. Pandangan nya tertuju pada seorang wanita yang tengah bersenda gurau dengan pasangan nya. Ia tersenyum tipis dengan cairan yang keluar dari pelupuk matanya. Air mata yang terus menerus keluar menuruni pipinya. "Kaka sayang kamu, Kaka janji akan selalu jaga kamu dan selalu ada buat kamu". Ucapan itu yang terus menerus selalu terlintas di benak nya. "Kak, kenapa Kaka tinggalin aku? aku belum bisa untuk melakukan segala hal sendiri. aku masih butuh Kaka, aku masih butuh pundak Kaka untuk bersandar". Terlihat ia memejamkan matanya seraya bergumam dengan nada yang sangat lirih. "I miss you ka"