Caramel Brew

Caramel Brew

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 18, 2025
Di sebuah kafe kecil bernama Caramel Brew, Panca dan Ares dipertemukan oleh kebiasaan sederhana-segelas caramel macchiato di pagi yang dingin. Namun, hubungan mereka mulai berubah saat Kian, sosok dari masa lalu Ares, kembali muncul membawa kenangan yang belum tuntas. Di antara denting gelas dan aroma kopi yang menguar, Panca harus menghadapi rasa cemburu dan ketidakpastian, sementara Ares berusaha meninggalkan bayang-bayang lamanya untuk sesuatu yang lebih nyata. Dengan ketulusan dan kehangatan yang terus tumbuh, mereka menemukan bahwa kebahagiaan tidak selalu berasal dari masa lalu, melainkan dari seseorang yang tetap tinggal di sisi kita, bahkan saat segalanya berubah. Malam itu, di tengah turunnya salju, secangkir Caramel Brew Spesial bukan hanya sekadar kopi-melainkan awal dari sesuatu yang baru, lebih hangat, dan lebih manis dari sebelumnya.
All Rights Reserved
#263
coffee
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] Sunday Morning
  • Lemon Tea
  • 5 Minutes A Day
  • When Jasper Met Kalaluna
  • Amour Cafe
  • Barista Sebelah
  • Bittersweet Coffee Cake [COMPLETED]
  • Cafe 12.01 [LIZKOOK]
  • Ikhlas Yang Tak Mudah
  • Kopi & Deadline (On Going)

3 sahabat sepakat untuk meninggalkan hidup yang kacau dan memulai rencana ternekat dalam hidup mereka: membuka kedai kopi. Ari, gadis populer berjiwa bebas, Evita, sang hopeless romantic, dan Dannisa, si domba hitam keluarga, berjuang membangun bisnis dari nol sembari mengejar kebahagiaan versi masing-masing. Di sela dengung halus mesin espresso pagi hari dan wangi secangkir kopi yang mengepulkan asap, mereka memaknai kembali garis tipis cinta dan persahabatan, mengurai benang kusut hubungan tak berujung, serta menyelami dalamnya jiwa manusia. Benarkah mereka melangkah maju dan menemukan kebahagiaan? Ataukah mereka sebenarnya hanya putar balik untuk kembali pada kekacauan? Welcome to Sunday morning, where love is brewed one cup at a time.

More details
WpActionLinkContent Guidelines