We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Caramel Brew

Caramel Brew

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 18, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Di sebuah kafe kecil bernama Caramel Brew, Panca dan Ares dipertemukan oleh kebiasaan sederhana-segelas caramel macchiato di pagi yang dingin. Namun, hubungan mereka mulai berubah saat Kian, sosok dari masa lalu Ares, kembali muncul membawa kenangan yang belum tuntas. Di antara denting gelas dan aroma kopi yang menguar, Panca harus menghadapi rasa cemburu dan ketidakpastian, sementara Ares berusaha meninggalkan bayang-bayang lamanya untuk sesuatu yang lebih nyata. Dengan ketulusan dan kehangatan yang terus tumbuh, mereka menemukan bahwa kebahagiaan tidak selalu berasal dari masa lalu, melainkan dari seseorang yang tetap tinggal di sisi kita, bahkan saat segalanya berubah. Malam itu, di tengah turunnya salju, secangkir Caramel Brew Spesial bukan hanya sekadar kopi-melainkan awal dari sesuatu yang baru, lebih hangat, dan lebih manis dari sebelumnya.
All Rights Reserved
#783
coffee
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • 5 Minutes A Day
  • [END] Sunday Morning
  • Amour Cafe
  • When Jasper Met Kalaluna
  • Unwritten Chapter
  • Sedu Kala
  • Lemon Tea
  • take away

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines