Reminder

Reminder

  • WpView
    Reads 89
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 5, 2022
Awalnya menurutku self healing terbaik adalah pergi jauh dan liburan. Ternyata itu tidak begitu benar. Self healing yang sesungguhnya adalah bisa berdamai dengan diri sendiri dan bisa menerima keadaan yang sesungguhnya dan lebih validnya berserah diri lebih mendekatkan kepada sang maha pengatur takdir. Capek? Sini istirahat sebentar. Duduk manis, seduh teh, dan tenangin diri kamu. Tujuan aku buat ini mungkin untuk bisa lebih memahami diri sendiri, menerima ketidaksempurnaan dan membentuk pikiran positif dari apa yang terjadi.
All Rights Reserved
#169
catatan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • Kamu berharap apa?
  • If I Die, Will You Listen?
  • It's Okay, Kamu Normal !
  • LOVE MYSELF
  • Bertahan Sedikit Lagi✓
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Untuk Kamu yang Pernah Terluka Diam-diam
  • Marrying The CEO 🔞
  • HEALING (ON GOING)
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines