THE NAKED JOBSEEKER

THE NAKED JOBSEEKER

  • WpView
    LECTURAS 738
  • WpVote
    Votos 53
  • WpPart
    Partes 42
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, ago 15, 2024
[[Cerita ini bukan fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian atau cerita, itu berarti hidup anda punya tombol ctrl c + ctrl v]] "Jadi gini. Siapa nama kamu?" "Magdalena, Bu. Panggil Lena saja Bu." "Jadi Lena ya, saya gak akan nanya pertanyaan interview lagi. Saya tahu kamu pasti sudah bosan ditanyain saat wawancara dari tadi siang." ((Tau aja si ibu)) "Kerja di departemen marketing ini tekanannya berat, karena ada target yang harus dicapai. Jadi kamu harus siap saya teriakin setiap hari kalau kerja kamu lelet. Ingat, pencapaian kamu hanya dinilai dari target yang kamu hasilkan. Tidak ada yang lain. Makanya di sini gak boleh cengeng, gak boleh baper. Ya?" Karena malas nyari loker lain aku cuma bisa jawab, "Siap, Bu." "Kamu bisa multi-tasking?" ((Bisa, Bu. Saya bisa ngerap sambil memaki)) "Disini itu harus bisa multi-tasking dan minim bahkan nol kesalahan. Saya orangnya keras loh ya, cerewet dan gak suka orang yang lamban . PAHAM??" Karena malu nanti nganggur sendirian padahal kawan-kawan seangkatan udah pada kerja, aku pun mengangguk. Hari itu aku tanda tangan kontrak kerja, jadi sales di perusahaan importir stainless steel. Hingga 3 bulan kemudian aku kabur tanpa pemberitahuan. BTW, aku lulusan sarjana teknik pertambangan. Tapi cita-cita pengen jadi reporter.
Todos los derechos reservados
#64
loker
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }
  • Eat Me, Sir!
  • In Her World - Anita [END]
  • Naughty Nanny
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • CEO Itu Naksir Gue?! | Drarry
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • CINTA SELEBGRAM DAN TUAN CEO (SELESAI)
  • friendship dump

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido