Secret My Kartun [REVISI]

Secret My Kartun [REVISI]

  • WpView
    Reads 3,879
  • WpVote
    Votes 882
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 24, 2023
Tv yang diam tidak bernyala akan berubah drastis jika yang menempati ialah dua bocah tengil yang tidak mau mengalah satu sama lain untuk menonton kartun kesukaannya sendiri. Karena, mereka memiliki kartun kesukaan yang berbeda. Kegiatan begitu juga terjadi sampai sekarang, yang dimana mereka sudah kelas XII SMK dengan jurusan yang sama. Dan yang menjadi pertanyaan ialah apakah menyukai kartun yang berbeda membuat mereka tidak akur? Atau malah sebaliknya? Ingin tahu kelanjutan kisah nya? LET'S READ THIS STORY!! _______ ⚠️ WARNING ⚠️ 🚫 AMBIL SISI POSITIF NYA JIKA ADA 🚫JIKA TIDAK SUKA SILAHKAN TINGGALKAN BUKAN MENJELEKKAN 🚫 MENGHARGAI NYA CUKUP VOTE 🚫 MURNI PIKIRAN SENDIRI 🚫 CERITA DI BUAT BUKAN DI PLAGIAT •Mengandung kata kasar •Banyak kata non baku •Foto by pinterest
All Rights Reserved
#16
kartun
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Renjana [COMPLETED]
  • REGATHAN [END]
  • Benang Merah (Nomin)
  • Bukan Sekedar Kagum
  • Meikarta (END)
  • Kwangya High [ ✓ ]
  • Leno Alendra [End]
  • Can I Have You?  [Yang Jungwon]
  • [✓] SCHOOL SUCKS!! [NCT 00L]
  • REVENGE || 復讐  Fukushū  00L

Pada malam paling temaram yang pernah seorang anak jumpai adalah kehilangan sepenggal bait kehangatan yang sepatutnya terus membersamai. Seorang anak yang sudah cukup dewasa sebagai pengganti bapak, seorang anak lain yang baru saja memasuki runyamnya semester tanggung di bangku perguruan tinggi, seorang lainnya lagi baru saja bersuka cita telah memasuki mimpi para anak muda seusia adiknya untuk melepas seragam sekolah, seorangnya lagi baru saja merasa bahwa masa SMA adalah kebebasannya, seorang lainnya lagi masih berkutat dengan permainan remaja tanggung di bangku menengah pertama, satu yang lain masih bersenang-senang pada masa anak-anak yang hendak remaja, dan satu lainnya yang terakhir masih bahagia dimanjakan dengan rambut yang terbelah dua. Namun pada hari itu, nyatanya semesta memberinya segenggam ujian yang harus ditanggung bersama karena kepergian ibunda. Syair-syair elegi selanjutnya mengiringi langkah mereka, mengantarkan satu tubuh yang sudah kaku karena kehilangan ruhnya. Mengantarkan keberangkatan sang ibunda pada tempat paling jauh yang tak bisa mereka singgahi untuk sekadar melepas rindu yang menumpuk dibalik pakaian basah yang baru dicuci, dibalik tumpukan piring kotor yang hendak dibersihkan. Dan lainnya yang menumpuk dan terus menumpuk, membiarkan hati mereka berat diduduki rindu yang tak pernah habis. Dan kemudian luka-luka tak pernah bisa disembuhkan waktu, ketujuh warna dalam keluarga Nawasena berakhir temaram dan kehilangan sukmanya. ©Jeta An Alternate Universe Renjana, 2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines