We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
ABDIEL
  • WpView
    Reads 80
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 10, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Follow sebelum baca Seorang laki-laki remaja bernama Abdiel Adipuraga Mahendra yang memberanikan dirinya untuk jatuh cinta kepada seorang wanita cantik dengan hijab yang selalu menutupi mahkotanya bernama Adiba Humaira Afsheen, yang tak lain merupakan adik sepupu dari kakak kelas sekaligus teman tongkronganya Hingga saat pertemuan pertama mereka..... "Gue tadi bangun telat bang,terus langsung berangkat kaga tau deh gue mereka kemana,"terang Abdiel "Palingan bolos,"celetuk Adiba. Abdiel yang kaget Karena ada suara wanita itupun menoleh ke sebelah kananya. "Loh ko gue baru sadar Kalo ada orang selain lo bang,"ujarnya kaget. Memang saat ia Abdiel berjalan ia tak melihat Adiba. "Ya Allah badan Diba segede gini masa nggak keliatan, mata kamu minus ya? Ko nggak pake kacamata?"Protes Adiba. "Gue nggak minus!"bantah Abdiel tak terima dibilang minus.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Ikhlas
  • nyantri bareng suami
  • Pahala Surgaku✓
  • Meraih Restu Kakak [TAMAT] #WRITONwithCWBP
  • MY GUS MY HUSBAND
  • Gus Halalku
  • Kamu
  • awan tak sama lagi
  • Cinta Suci Zahra✓

Pertemuan pertama mereka terjadi secara tidak sengaja. Ade, seorang pemuda yang sederhana dan religius, menemukan sebuah buku yang tertinggal di sebuah taman. Beberapa hari kemudian, di tempat dan posisi yang sama, ia kembali menemukan sebuah tasbih, lalu di hari berikutnya sebuah gelang. Ketiganya ternyata milik perempuan yang sama-Desi, seorang mahasiswi cerdas dan santun. Saat Desi kembali ke taman untuk mengambil gelangnya, ia terkejut melihat buku miliknya sedang dibaca oleh Ade. Pertemuan singkat itu membuka percakapan pertama mereka. Meski terkesan dingin, Desi meninggalkan kesan mendalam bagi Ade. Takdir terus mempertemukan mereka, mulai dari pertemuan tak sengaja di lampu merah hingga obrolan ringan di taman masjid. Namun Desi menjaga jarak dan memberi syarat, jika Ade sungguh ingin mengenalnya, ia harus menemui ayahnya langsung. Bagi Desi, cinta bukan sekadar rasa, tapi tentang adab dan restu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines