Cerpen By Me

Cerpen By Me

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 28, 2021
Dia lelaki baik yang pernah kutemui, dia yang memberikan warna dihidupku, dia yang sangat menghargai diriku, dan dengannya aku baru merasakan rasanya benar-benar dicintai. Tetapi dia bukan untuk aku miliki namun hanya untuk menjadi kenangan terindah. - Zakiyah Shafiyyah (Aku Bukan Jodohmu) Pertemuan dengannya yang tidak pernah kuduga. Dia yang kukira pelabuhan terakhirku ternyata dia yang membuatku trauma akan cinta. Terima kasih atas lukanya. - Nadira Kalila (Pertemuan Tak Terduga) Aku yang terluka karena masalaluku dan kamu yang datang membawakan kebahagiaan. Aku bersyukur bisa mengenal dan bersamamu. Terima kasih sudah selalu berusaha membahagiakanku Adnan Al Husayn. Kamu orang terbaik yang dipilih orang tuaku. - Haura Azzahra (Jodoh Terbaik Pilihan Orang Tua) Belum sempat memiliki namun sudah harus mengakhiri. Nyaman yang berujung mengikhlaskan. - Kayla Azzahra (Cinta dan Kesunyian) Kata orang, rumah adalah tempat ternyaman untuk pulang disaat lelah dengan dunia, tapi nyatanya bagiku rumahku seperti neraka. Hanya ada luka disana. - Aisha Huwaida (Luka Masa Kecil)
All Rights Reserved
#651
mental
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tak Sejalan
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Menyapa Luka di Awal Kisah
  • LUKA PUNYA CERITA
  • Luka dan Pilihan
  • Could you be a home for me? [TAMAT]
  • Arta & Azkia
  • Aku Kamu dan Dia [TAMAT]✔
  • SINGGAH (Telah Terbit)
  • LUKA

Ini akhir cerita mereka: Tentang sebuah rasa yang tertanam sejak lama namun harus pupus sebelum berbunga. Karena cinta memang hanya untuk dirasakan bukan untuk dimiliki. Tentang sebuah rasa yang gamang tertanam dihati. Percaya masa lalu adalah dusta. Namun pergi meninggalkan terasa sulit. Karena cinta itu memang menguji untuk menjadi akhir yang bahagia. Tentang sebuah rasa yang disadari dengan terlambat. Ketika mengucapkan cinta, tak ada yang berbekas. Ia hanya seperti berbicara pada bayangannya sendiri. Iya, Adit memang cinta. Namun waktu terus melangkah dan tak pernah tinggal untuk sekedar diam sebentar. Tidak, Dina bukannya merebut. Ia hanya memberi kenyamanan sebatas teman yang tak pernah lebih. Jika Adit merasa sebaliknya, itu bukan salahnya. Karena hati tak pernah salah memilih rasa. Yang salah itu, pandangan lainnya. Sama seperti apa yang Fasha kira. Yang awalnya berpikir untuknya tapi ternyata tak sejalan dengan apa yang terjadi saat ini. Ketika Adit memilih untuk pergi sementara ia tetap tinggal di dalam masa lalu mereka. Dan Dina yang terjebak di antara mereka seolah harus bertanggung jawab atas semua luka yang tercipta. #SeriPertama Sekuel dari: Keluarga Adhiyaksa -Ardina Wirasatya- Anak dari: Aisha Fayola Adhiyaksa & Adnan Wirasatya -Fasha Adhiyaksa- Anak dari: Fadli Adhiyaksa & Calista Anggraina Carissa Aznii

More details
WpActionLinkContent Guidelines