PENANTIAN TAK AKAN TERTUKAR

PENANTIAN TAK AKAN TERTUKAR

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 28, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Warning 18+ shhh....ahhhhhhh...aaahhh..... aaahhh....Hentikan........ aahhh.... "diam dan nikmati permainan malam ini"(suara pria dengan barithon khas kepemilikan), sambil memainkan kepemilikan perempuan dibawahnya dengan nikmat menggunakan tangan dengan lihai . aaahhh.... Rerangga.... hentikan.....(suara kacau perempuan dibawahnya) Pria tersebut langsung mencium bibir pink kemerahan tersebut agar diam. Tapi, Ciuman itu tidak membuat gadis cantik itu diam saja diapun membalas sambil menggigit bibir bawah. Rarengga merasa kesakitan karena ulah gigitan itu kemudian menghentikannya. Perempuan tersebut marah dan mengatakan "hentikan semua ini, dasar pria brengsek kau pria arogan...hmmm(ciuman itu menghentikan Pembicaraan itu sambil menekan tangan perempuan itu kesamping kanan dan kiri). Diapun Menikmatinnya saling berbagi Saliva Satu Sama lain. Ring...Ring...Ring..(Suara dering telepon), membuyarkan semuannya. Hingga Pria itu mencium dahi Syafira gadis yang berada dibawahnya saat ini dan menyudahi permainan Foreplay kali ini di Malam Pertamannya dan bangkit mencari arah sumber suara Handphone tersebut. Sedangkan, Perempuan itu terbangun dan menutupi tubuhnya. Pria tersebut menjauh ke arah balkon. Aku tauh telepon itu dari siapa? Itu pasti dari salah satu keluarga darinnya tidak setuju aku menikah dengan Rerangga. Dia balik dari balkon duduk disampingku, dia mengatakan "tenanglah, aku bersamamu!" Bagaimana Nasib Safira Ketika Sebelum Bertemu Rerangga Dan Sesudah Bertemu Rerangga Seorang Anak Pengusaha Terkenal yang memiliki Banyak Kekayaan serta Kekuasaan. Sedangkan, Safira anak Keluarga Sederhana dengan Lingkungan Keluarga Biasa Saja. Apakah, Mereka akan tetap bersatu dengan Perbedaan Status Yang Sangat Berbeda Jauh. Apa Tanggapan Kedua Orang Tua Mereka, Dan Bagaimana Pertemuan Mereka hingga Mereka Berdua Bisa Mencintai Dan Menikah. Dan Banyaknya Rintangan yang Harus Mereka Lewati Berdua Bersama-Sama dan Tak Mudah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Lingga
  • Kesempatan Kedua
  • Ruang Biasa
  • Revenge, Sorry!
  • AKSARA Garis Pertemuan
  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • tentang sebuah rasa
  • Menikahinya Dalam Diam (On Going)
  • My Husband Is A Cold Man
  • Lentera di Batas Senja (TELAH TERBIT di LOVRINZ)

"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines