Are We Still Friends?

Are We Still Friends?

  • WpView
    LECTURAS 1,984
  • WpVote
    Votos 112
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, sep 27, 2022
~Cerita ini original milik saya, mohon untuk tidak memplagiat, menyalin, dan membagikannya ke platform atau tempat baca lainnya. Terima kasih~ [Rate 19+] Diputuskan secara sepihak dengan alasan "tidak bisa memuaskan kebutuhan seksual" dari mantan kekasihnya membuat harga diri Ashley serasa diinjak-injak. Pada saat-saat seperti ini, yang Ashley butuhkan hanyalah kalimat penguat dari temannya, kalimat yang menyatakan padanya jika perkataan mantan kekasihnya itu tidaklah benar. Namun, malangnya dirinya yang harus hidup sebagai Ashley Brown, seseorang yang tidak akan mendengar hal semacam itu terucap dari teman kepercayaannya sendiri, Nathan Sparks. Oleh sebab itu, ia akan membuat pria itu mengatakannya, ya ... sekalipun ia harus membuktikannya dengan meniduri pria itu.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Crazy Marriage
  • Determine Feelings
  • DEMOND LORD'S LOVER
  • The Hoodie Girl (Gadis Hoodie Merah)
  • Rahara
  • Je t'aime |Noren |Nomin|
  • Maybe

Ambar dan Romi membuat kesepakatan untuk menerima perjodohan mereka. Demi bisa hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, mereka menikah, tapi sepakat untuk melanjutkan hidup masing-masing. "Mending gitu sih emang. Mana tahu kalau tinggal berdua gue khilaf ngapa-ngapain lo ye kan," kata Ambar, "gue mesum soalnya," tambah wanita itu, sambil mengedipkan sebelah mata. "Gila," gumam Romi. Tak acuh, ia kembali berjalan. ______ Sayangnya, tragedi "bayar listrik" memaksa mereka untuk tinggal serumah. Satu rumah hanya berdua, tapi gaduhnya bisa luar biasa cuma karena kecoak atau celengan pecah. Niat hati ingin hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, ternyata tidak semulus itu, Esmeralda. "Gila lo, Mbar." "Awas lo ya, Rom ...." "Mau ngapain?" potong Romi, tak gentar. "Mau gue perkosa." "Gue buntingin lo kalau berani perkosa gue," balas Romi justru menantang. "Buntingin sini kalau berani!"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido