Lightless Delusion

Lightless Delusion

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 3, 2021
Air hujan turun dari langit membasahi Kemeja putih. Tubuhku terbasahi oleh hujan dan darah yang mengalir. Sakit. Rintihan kesakitan keluar dari mulutku. Aku hanya bisa menangis meminta tolong. Percuma, tidak ada yang dengar. Bajingan itu, harus mati. ps : cerita fiksi dibuat untuk kepentingan plotting.
(CC) Attrib. NonComm. NoDerivs
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Setelah Hujan [END]
  • if tomorrow is dead,what would you do?
  • ABOUT ERINE (orine)
  • Penantian
  • Moonlight
  • Five Seconds Before The Dawn
  • DIA LANGIT KU
  • e x f i l t r a t e  [一kim yonghee ✔

Di balik senyumnya yang hangat dan bahu yang selalu tersedia untuk bersandar, Bang Chan menyimpan dunia kecilnya sendiri-penuh hujan, buku catatan puisi, dan detik-detik sunyi yang berarti. Hidupnya sederhana di SMA Yuseong, dikelilingi sahabat dan rutinitas, sampai hadirnya seorang murid pindahan, Kim Seungmin, mengguncang dunia kecil itu. Seungmin, gadis yang membawa badai dalam diamnya, hadir seperti hujan yang datang tiba-tiba-dingin, jauh, dan sulit didekati. Tapi Chan, dengan cara khasnya yang pelan namun konsisten, mulai membuka pintu hati Seungmin sedikit demi sedikit. Tanpa banyak kata. Tanpa banyak janji. Hanya kehadiran. Ini bukan kisah cinta yang dramatis, tapi tentang dua orang yang belajar bahwa setelah hujan, langit bisa terlihat lebih jernih-kalau mereka berani menunggu bersama. . . . . . . . . Cerita ke-10 aku, semoga banyak yang sukaaa yaaa...🫶🏻

More details
WpActionLinkContent Guidelines