Ab Imo Pectore

Ab Imo Pectore

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 7, 2022
Apa yang akan kalian lakukan dengan hubungan yang nyaris sempurna namun harus berakhir dengan menyedihkan? Apakah terus memperjuangkan perasaan yang ada atau memilih berdamai dengan kenyataan? Semua berawal dari keterasingan, berlanjut saling menyimpan rasa. Perkenalan yang tidak sengaja yang membawa pada kisah cinta rumit dan memilukan. Cinta tidak bisa memilih akan pada siapa dia hadir, namun terkadang rasa datang disaat yang tidak tepat.
All Rights Reserved
#47
majalengka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Erlangga
  • Cinta Datang Terlambat [CJR'S Story]
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Queldev [End]
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • (S)He Is Mine
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • Fall for You
  • Unfinished Business
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines