Story cover for Bukan rumah by candxtuff
Bukan rumah
  • WpView
    Reads 130
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 130
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 7
Ongoing, First published Nov 29, 2021
𝐌𝐞𝐧𝐮𝐧𝐠𝐠𝐮 𝐚𝐤𝐮 𝐮𝐩𝐝𝐚𝐭𝐞 𝐬𝐞𝐩𝐞𝐫𝐭𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐮𝐧𝐠𝐠𝐮 𝐜𝐫𝐮𝐬𝐡 𝐦𝐮 𝐩𝐞𝐤𝐚. 𝐘𝐚 𝐬𝐚𝐛𝐚𝐫, 𝐬𝐚𝐛𝐚𝐫 𝐝𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐮𝐧𝐠𝐠𝐮


Keluarga adalah segalanya , tapi tidak bagiku. Keluarga harmonis itulah yang aku ingin kan. Keluarga ku bukan lah rumahku untuk tempat berteduh saat hujan maupun panas.
All Rights Reserved
Sign up to add Bukan rumah to your library and receive updates
or
#42ketenangan
Content Guidelines
You may also like
Kau Rumahku by matchavel
1 part Ongoing
[Pindah ke akun wp @matchavelvetta] Dua Jiwa yang sama-sama terluka, dipertemukan di persimpangan kehidupan yang penuh tuntutan dan kekecewaan. Belezza, gadis yang tersesat di dalam luka masa lalunya serta tuntutan yang tak memberinya ruang bernapas, dan Arham, lelaki yang kehilangan arah saat hidupnya di ambang kehancuran, tak pernah menyangka bahwa pertemuan mereka akan menjadi titik balik, menemukan ketenangan dalam kehadiran satu sama lain. Bagi mereka, rumah tak lagi berarti tempat. Arham merasa terasing di tengah keluarganya sendiri, dan Belezza tak pernah benar-benar mengenal makna pulang. Di tengah kesunyian yang saling memahami, mereka menemukan sesuatu yang selama ini hilang : rumah. Bukan rumah dengan dinding dan atap, melainkan tempat di mana hati mereka merasa aman. Meski hubungan mereka penuh pelarian, itu bukan tanpa tantangan. Ada kalanya amarah, keraguan, dan ketakutan membuat mereka berpikir untuk menyerah. Tetapi setiap kali hampir menyerah, mereka selalu kembali pada satu kenyataan, satu-satunya tempat di mana keduanya merasa utuh adalah saat mereka bersama. Kau Rumahku adalah kisah tentang perjalanan dua jiwa yang tumbuh di atas kehancuran, tentang keberanian untuk saling percaya, dan tentang menemukan makna pulang yang sesungguhnya. Menciptakan rumah baru, sebuah ruang di mana air mata diterima, kelemahan dimengerti, dan luka dijahit perlahan-lahan. (Diusahakan update setiap hari Rabu). N.B : 🍰 Sebagian diangkat dari kisah nyata, terutama seluruh tokoh dalam cerita, tidak ada alasan penulis memplagiat tokoh/cerita manapun. 🍰 Semua isi di dalam cerita, murni pemikiran penulis. 🚫 Dilarang keras mengcopy, menggandakan, bahkan memplagiat isi cerita tanpa seizin penulis. Jepara, 01 Januari 2025
RUMAH KITA by MuktaharaMukhatara
8 parts Complete
Rumah adalah tempat ternyaman dikala, hati dan jiwa kita runtuh. disaat Tenga kita habis untuk dunia ini .di saat kita capek hadapi seluruh dunia ini, rumah tempat ternyaman saat kita pulang tapi, bagaimana kalo rumah itu sendiri .bukan tempat, ternyaman untuk diri kita sendiri. maka seluruh, tubuh kita sudah hancur jikalau rumah yang selama ini tempati , di besarkan, hanya menjadi rumah singgah saja bagi diri kita bukan menjadi rumah kita. itulah yang dirasakan oleh Asyifa Zahra Wijaya di saat usia nya 12 tahun dia sudah merasakan lelah dalam hidup nya . bahkan sampai dewasa pun di Masi sama mengatakan lelah dalam hidup nya. " ya Allah aku menerima dengan takdir yang kujalani saat ini. tapi aku cuma minta satu tolong jangan samakan ,takdir ku ini dengan ,bayi yang ku kandung ini. cukup aku saja" ujar Syifa dalam doa nya " Rumah itu bukan tentang rumah yang dibangun dengan kayu, atau rumah yang dibangun dengan bata ,tapi rumah yang di bangun oleh kedua orang tua .maksudnya, rumah itu seperti orang tua dialah pokok rumah kalian ,atap dan tiang itu bagaikan kedua orang tua, dan anak-anak adalah dinding nya rumah itu , itulah rumah yang sebenarnya " ujar ustadz Yusuf dalam kajian nya __________ TIDAK SEMUA RUMAH ITU ADALAH TEMPAT TERNYAMAN! AISYAH" tegas siyfa dengan nada keras Aisyah hanya terdiam sambil matanya terus menatap siyfa yang tengah bersandar di dinding yang tak henti - hentinya menangis sambil sesekali memukul dadanya . " Aku capek " " Aku capek" " Aku capek" ujar siyfa tiga kali menatap Aisyah dengan mata yang sembab . _______ jangan dilihat ajak yuk baca buat yang merasa keluarga broken home semangat melanjutkan hidup ❗ini bukan tentang kita lemah tapi ini tentang cara melanjutkan hidup kita
You may also like
Slide 1 of 9
Kau Rumahku cover
Waiting For Mom | END cover
Place That Called Home  cover
Our Emergency Calls  cover
R I N D U  cover
Deberìa Redirme? (End)  cover
RUMAH KITA cover
Come Here, Lisa ✓ cover
Where Is My Prince? ✓ cover

Kau Rumahku

1 part Ongoing

[Pindah ke akun wp @matchavelvetta] Dua Jiwa yang sama-sama terluka, dipertemukan di persimpangan kehidupan yang penuh tuntutan dan kekecewaan. Belezza, gadis yang tersesat di dalam luka masa lalunya serta tuntutan yang tak memberinya ruang bernapas, dan Arham, lelaki yang kehilangan arah saat hidupnya di ambang kehancuran, tak pernah menyangka bahwa pertemuan mereka akan menjadi titik balik, menemukan ketenangan dalam kehadiran satu sama lain. Bagi mereka, rumah tak lagi berarti tempat. Arham merasa terasing di tengah keluarganya sendiri, dan Belezza tak pernah benar-benar mengenal makna pulang. Di tengah kesunyian yang saling memahami, mereka menemukan sesuatu yang selama ini hilang : rumah. Bukan rumah dengan dinding dan atap, melainkan tempat di mana hati mereka merasa aman. Meski hubungan mereka penuh pelarian, itu bukan tanpa tantangan. Ada kalanya amarah, keraguan, dan ketakutan membuat mereka berpikir untuk menyerah. Tetapi setiap kali hampir menyerah, mereka selalu kembali pada satu kenyataan, satu-satunya tempat di mana keduanya merasa utuh adalah saat mereka bersama. Kau Rumahku adalah kisah tentang perjalanan dua jiwa yang tumbuh di atas kehancuran, tentang keberanian untuk saling percaya, dan tentang menemukan makna pulang yang sesungguhnya. Menciptakan rumah baru, sebuah ruang di mana air mata diterima, kelemahan dimengerti, dan luka dijahit perlahan-lahan. (Diusahakan update setiap hari Rabu). N.B : 🍰 Sebagian diangkat dari kisah nyata, terutama seluruh tokoh dalam cerita, tidak ada alasan penulis memplagiat tokoh/cerita manapun. 🍰 Semua isi di dalam cerita, murni pemikiran penulis. 🚫 Dilarang keras mengcopy, menggandakan, bahkan memplagiat isi cerita tanpa seizin penulis. Jepara, 01 Januari 2025