ULAT BULU
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 1, 2024
Hidup susah bukan berarti selamanya terjerat dalam kesedihan. Hidup senang bukan berarti selamanya bergelut dalam ketenangan. Berawal dari sekelompok bocah tengil yang terjebak dalam kejamnya dunia kegelapan,hingga mereka beranjak dewasa dan merubah segalanya dengan putaran takdir yang terus memutar balikkan kenyataan. "Tidak akan kubiarkan kau hidup dalam kedamaian selama kau masih bernafas di dunia ini ".ucap perempuan yang tengah menimang nimang cangkir ditangannya sambil memperlihatkan senyum jahatnya. (Maaf kalo masih banyak typo semua butuh proses untuk menjadi lebih baik) MAKLUM KARYA PERTAMA (Jangan lupa follow dan vote ceritanya authour yahh supaya semangat juga lanjutinnya).
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Faith in You : The Seeker
  • Black Pearl
  • HAGA : Becoming the Father of the Villain Twins
  • Trust
  • PUTRI YANG DITINGGALKAN
  • THE DARK CEO (COMPLETED)
  • Limited Time Antagonist [END]
  • Exchange Souls With Villains
  • ATHENA | Antagonist Princess
  • Rosalyn : change

Kehidupan yang kamu dambakan itu... Dengan mudahnya lenyap tepat di hadapanmu, Tidak ada harganya lagi. Frustrasi? Depresi? Bukan... Kata-kata tidak dapat mewakili perasaanmu kala itu, Bisa hidup setelah semua itu terjadi pun... Sungguh merupakan suatu keajaiban. Theta merupakan korban sekaligus saksi hidup dari suatu insiden yang merupakan rahasia besar di balik damainya negeri ini, yaitu keberadaan penyihir dan para penumpas sihir yang bekerja di balik layar. Mencari kebenaran adalah salah satu alasan kemudian ia bergabung dalam organisasi penumpas sihir, kemudian ia berlatih hingga mendapat tugas ke Kota Abad Baru. Sebuah tugas khusus yang berhubungan erat dengan insiden yang ia alami dulu. Namun, kehadiran seorang demi seorang semakin mengganjal perasaannya. Setitik demi setitik kebahagiaan mulai melekat di hatinya, seakan bertanya pada diri "Apakah ini keputusan yang tepat?" Sementara ia tahu, bahwa menginginkan segalanya berarti siap untuk kehilangan segalanya. Manusia hanya melihat apa yang ingin mereka lihat, Percaya dengan apa yang ingin mereka percaya, Lalu bagaimana denganmu? Apakah kamu akan menerima atau berpaling dari kebenaran? Keputusan ada di tanganmu, Kupercayakan itu padamu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines