My Psychopath Boyfriend

My Psychopath Boyfriend

  • WpView
    Reads 238
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 2, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Hidup bersama Malik, kakak kelasnya, bukanlah hal yang disenangi Sasa, sekalipun Malik adalah seorang artis. Sebab Sasa tahu bagaimana tertekannya ia saat harus tinggal satu atap dengan Malik-yang menurutnya abnormal, selama bertahun-tahun. "Sasa capek, Kak, capek! Apa Kak Malik nggak pernah sadar kalau Kak Malik itu cuman terobsesi sama Sasa!" "Jangan menaikkan suara kamu di hadapanku!" Faktanya, Malik cuman terobsesi dengan Sasa. Ya, itulah yang Sas ketahui tengang cowok berdarah dingin tersebut. "Seharusnya kamu bersyukur karena aku cuman membakar kedua matanya, bukan seluruh tubuhnya, Baby." "Psikopat!" ☠️⛓️☠️⛓️
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANYELIR (END)
  • bALIKAn TogEther || HIATUS
  • ALEAGAS [END]
  • LENA & SEGA
  • ARSEN [TAMAT]
  • Akeno's Story (On Going)
  • crazy, you guys are crazy
  • I can not
  • ALETA
  • ZEKANO

"Psikopat" "Pria itu seorang psikopat" Zia terkejut mendengar teriakan anak kecil. Apa maksudnya psikopat, siapa yang psikopat? "Jangan mendekat, ruangan itu milik psikopat" "Pergi...!" Dia menyuruh Zia pergi dari ruangan ini? Orang yang berada didalam kamar berbahaya atau tidak? "Ada psikopat!" "Pembunuh, pria itu pembunuh" "Psikopat pembunuh...." "Ibuku dibunuh dia..." "Psikopat pembunuh ibuku!!!" Seorang anak kecil berteriak-teriak menyuruh Zia pergi dari hadapan kamar yang terkunci. Zia yang melihatnya hanya bisa tersenyum sambil menganggukkan kepala. "Adinda Pricilla, ayo pergi dari sini." "Suster Dewi," cicit Zia. Anak kecil itu pergi sambil terus menggelengkan kepalanya. Peringatan yang anak kecil itu berikan bermaksud menjauhkan Zia dari masalah. Akan tetapi Zia justru menganggap Pricilla bicara omong kosong. Karena dia hanyalah anak kecil yang terganggu kejiwaannya. Apakah zia tetap masuk kedalam kamar pasien yang ada di hadapannya. Atau justru mengerti peringatan dari Pricilla.

More details
WpActionLinkContent Guidelines