Jangan Takut Mencintai

Jangan Takut Mencintai

  • WpView
    Reads 282
  • WpVote
    Votes 72
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 24, 2021
"Kamu gak punya malu, ya?" Laki-laki berbadan tinggi itu menatap risih pada seorang perempuan di hadapannya. Sedangkan sang empu, dia semakin menampilkan lesung pipinya, tersenyum manis pada si Janu-nama laki-laki tersebut. "Tapi gue suka gangguin lo." Menghela napas, Janu semakin geram dengan tingkahnya. Tidak ada kata 'menyerah' di dalam kamus seorang Lavanya, untuk mencari celah ke dalam hidup Janu. Pemuda berwatak ketus terhadap lawan jenis. Bukan tidak mau bersosialisasi, hanya saja Janu sulit didekati karena dia takut untuk mencintai. Takut menambah pikiran lantaran baginya, semua gadis itu penuh misteri. Dan Lava adalah salah satunya. "Pergi, Lava." "Gak mau, Gue mau di sini." "Aku harap kamu akan menyesal karena terus seperti ini," putus Janu seraya berbalik pergi. Meninggalkan Lavanya sendiri. Dia tidak sadar apa yang hendak gadis itu katakan. Lava pun hanya menatap lurus ke arah Janu yang semakin menghilang di balik koridor. "Gue butuh lo, Janu." *** Janu tidak suka diusik. Apalagi jika soal dirinya yang tidak memiliki segalanya di dunia ini. Karena itu, dia mencoba menjadi pemuda yang tidak boleh lengah. Sedangkan Lava, dia hanya mau menjadi remaja pada umumnya. Melakukan semua yang dia inginkan tanpa perlu memikirkan konsekuensinya. Mereka sama-sama ingin kebebasan. Namun, semesta tidak pernah mau membiarkannya. *** cover by Pinterest @wowovlyy
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EVIDEN (Republish)
  • FRIENDzone (Completed)
  • Beautiful Tattoo (COMPLETED)
  • HTS (Hubungan Tentang Status)
  • ALSTARAN [END]
  • Goodbye Alaska [END]
  • LALA
  • Matahari
  • A B A D I  [On Going]
  • Effort 2 [ Completed ]

⚠️⚠️CERITA MENGANDUNG BAWANG⚠️⚠️ ALUR SUDAH DIREVISI TRIPTHA SERIES 1 : EVIDEN Memandang Semesta Dari Mata Yang Terluka Semesta itu indah jika dilihat dari mata orang-orang yang bahagia, tapi bagaimana jika keindahan semesta dilihat dari mata yang terluka? Hidup Samara nyaris sempurna, dia punya kasih sayang orang tua, teman yang selalu ada di segala situasi, dukungan para guru, dan masa depan yang terjamin. Lama kelamaan, Samara melihat semua keindahan itu sebagai luka yang sebenarnya sedang menjerumuskannya ke lubang kesedihan yang tak berujung. Kasih sayang kedua orang tuanya ternyata menyiksa, temannya yang selalu ada di segala situasi memeras air matanya, dan dukungan para guru tidak berarti baginya. Masa depannya jelas tidak terjamin. "Tenang, Ra. Lo jatuh, gue akan bangunin." Lalu datang sosok malaikat yang kehilangan kedua sayapnya di hidup Samara. Vicky adalah sosok malaikat itu. Samara membantu Vicky mendapatkan sayapnya kembali, sedangkan Vicky membantu Samara mengubah pandangan terhadap dunia. Jangan salahkan aku, kamu, atau dia. Ini salah keadaan. -Vicky ____________________________________ SELAMAT MEMBACA!

More details
WpActionLinkContent Guidelines