Jangan Takut Mencintai

Jangan Takut Mencintai

  • WpView
    Reads 284
  • WpVote
    Votes 72
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 24, 2021
WpInfo
Fanfic
"Kamu gak punya malu, ya?" Laki-laki berbadan tinggi itu menatap risih pada seorang perempuan di hadapannya. Sedangkan sang empu, dia semakin menampilkan lesung pipinya, tersenyum manis pada si Janu-nama laki-laki tersebut. "Tapi gue suka gangguin lo." Menghela napas, Janu semakin geram dengan tingkahnya. Tidak ada kata 'menyerah' di dalam kamus seorang Lavanya, untuk mencari celah ke dalam hidup Janu. Pemuda berwatak ketus terhadap lawan jenis. Bukan tidak mau bersosialisasi, hanya saja Janu sulit didekati karena dia takut untuk mencintai. Takut menambah pikiran lantaran baginya, semua gadis itu penuh misteri. Dan Lava adalah salah satunya. "Pergi, Lava." "Gak mau, Gue mau di sini." "Aku harap kamu akan menyesal karena terus seperti ini," putus Janu seraya berbalik pergi. Meninggalkan Lavanya sendiri. Dia tidak sadar apa yang hendak gadis itu katakan. Lava pun hanya menatap lurus ke arah Janu yang semakin menghilang di balik koridor. "Gue butuh lo, Janu." *** Janu tidak suka diusik. Apalagi jika soal dirinya yang tidak memiliki segalanya di dunia ini. Karena itu, dia mencoba menjadi pemuda yang tidak boleh lengah. Sedangkan Lava, dia hanya mau menjadi remaja pada umumnya. Melakukan semua yang dia inginkan tanpa perlu memikirkan konsekuensinya. Mereka sama-sama ingin kebebasan. Namun, semesta tidak pernah mau membiarkannya. *** cover by Pinterest @wowovlyy
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HTS (Hubungan Tentang Status)
  • Matahari
  • Beautiful Tattoo (COMPLETED)
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • EVIDEN (Republish)
  • About feelings   (selesai)
  • MIRROR | Jay ✓
  • No Longer Mate
  • FRIENDzone (Completed)
  • Effort 2 [ Completed ]

"Lo percaya hubungan tanpa status nggak?" Ara menatap Ale dengan heran, "Kenapa tiba-tiba lo nanya begitu?" "Gue pengen tau aja pendapat lo." "Kalau gue rasa sih nggak bakal ada manusia yang mau menjalani hubungan tanpa status. Kalaupun awalnya dia nerima, pasti lama kelamaan dia bakal nuntut sebuah kata yang disebut 'status' itu sendiri." Ale hanya mangut-mangut mendengar jawaban Ara. Lalu, sebuah ide muncul dikepalanya. "Kita coba yuk?" "Coba apaan?" Tanya Ara heran. "Coba HTS-an." "Nope, lo gila ya?" "Lo takut ya Ra?" Tantang Ale. "Siapa bilang gue takut? Gue cuma males ngikutin permainan gila lo itu." "Ayolah Ra. Lagian ini efektif." "Efektif apaan?" "Efektif menjauhkan makhluk-makhluk yang bernama cewek dari pandangan gue." "Lah gue kan cewek?" "Kecuali lo, Kiara Nabila." Ujar Ale. "Lagian ada keuntungannya buat lo." "Apa keuntungannya?" "Lo nggak perlu ngelabrak lagi cewek-cewek yang ada hati sama gue." "Deal." Ucap Ara tanpa pikir panjang. Begitulah 'permainan' itu dimulai. Tetapi mereka lupa, siapa yang bermain api maka harus siap juga untuk terbakar. Yeaaaaay.. Cerita kedua dimulaaaaiiiiiii.. Kali ini ada Ara dan Ale, si duo bersahabat yang bertolak belakang sedang memulai cerita mereka. Mari dibaca, comment, dan vote yaaa.. Salam Sayang, Dilandita Note: Jangan menambah dosa dengan mengcopy paste dan meremake hasil karya penulis. Cover diambil dari Pinterest, jadi jika ada kesamaan dalam cover mohon dimaafkan, namanya juga dunia maya. Terima kasih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines