Close : 09:12 PM

Close : 09:12 PM

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 5, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Jangan jadi yang paling jago ngebenci diri sendiri tapi dengan mudah maafin orang lain, Je." "Mudah maafin orang lain, bagus, kan?" "Bagus. Tapi bukan cuma orang lain yang butuh maaf dari lo," Tangan Asa tergerak untuk menghapus sisa liptint berwarna merah kecokelatan yang ada di sudut bibir Jema, "Diri lo sendiri juga butuh." - - - - - - - - Asa itu pengacau, bencana, dan sangat patut dijauhi untuk ketenangan jiwa. Tapi makin lama, tanpa Jema sadar, hadirnya Asa ternyata memberinya pengaruh untuk mengerti isi dunia dari sudut pandang yang menyenangkan. Kata Jema, Asa itu kayak cahaya. Kemarin memang gelap, tapi hari ini ada Asa. Cahaya, tolong jangan redup. Disini, Jema masih butuh. Bantu Jema menghidupkan sinarnya sendiri, ya? - - - - - - - Close : 09:12 PM
All Rights Reserved
#79
acne
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Balik Bayang Asa
  • EVIDEN (Republish)
  • The Golden Smith (COMPLETE)
  • PAIN (TERBIT) ✔
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Interweave
  • LET IT BE  [ 'Cause She Was Tired.]
  • RUANG DEPRESI [ END ]

Di balik senyumnya, ada luka yang tak terlihat. Di balik tatapan kosongnya, ada cerita yang tak pernah ia bagikan. 𝗔𝘀𝗮𝗹𝘂𝗻𝗵𝗮𝗿𝗮 𝗔𝘁𝗵𝗲𝗮 𝗗𝗲𝘃𝗮𝗿𝗮-gadis yang terbiasa hidup dalam bayang-bayang, menciptakan dinding tinggi agar dunia tak menyentuhnya terlalu dalam. Baginya, hidup bukan tentang bahagia. Hidup adalah tentang bertahan, menelan pilu yang terus menggerogoti, dan tetap berdiri meski hatinya hancur berkali-kali. Ia lelah, tapi tak ada tempat untuk menyerah. Sampai seseorang datang, menawarkan sesuatu yang tak pernah ia percaya-kehangatan. Namun, apakah hangat itu nyata? Ataukah hanya ilusi yang akan menghilang begitu saja, seperti embun di pagi hari? Ketika masa lalu kembali mengetuk, ketika luka lama kembali terbuka, dan ketika rahasia mulai terkuak-Asa harus memilih. Bertahan dalam gelap yang telah lama menjadi rumahnya, atau mengambil risiko untuk mencari cahaya. °•°•°•°•° Tapi... bagaimana jika cahaya itu juga menyakitkan? Dalam mimpinya, suara itu datang. "Kenapa kamu nangis?" tanya pemuda itu. "Semua orang sama saja. Mereka tidak peduli," jawabnya dengan air mata mengalir. "Coba ceritakan. Mungkin aku bisa membantu," ajaknya. "Gak ada yang bisa membantu. Hidup ini penuh luka," keluhnya. "Luka itu ada, tapi kamu tak sendiri. Kamu punya kekuatan lebih dari yang kamu sadari." Terdiam "Kekuatan untuk apa? Untuk merasakan sakit lebih dalam?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines