Close : 09:12 PM

Close : 09:12 PM

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 5, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Jangan jadi yang paling jago ngebenci diri sendiri tapi dengan mudah maafin orang lain, Je." "Mudah maafin orang lain, bagus, kan?" "Bagus. Tapi bukan cuma orang lain yang butuh maaf dari lo," Tangan Asa tergerak untuk menghapus sisa liptint berwarna merah kecokelatan yang ada di sudut bibir Jema, "Diri lo sendiri juga butuh." - - - - - - - - Asa itu pengacau, bencana, dan sangat patut dijauhi untuk ketenangan jiwa. Tapi makin lama, tanpa Jema sadar, hadirnya Asa ternyata memberinya pengaruh untuk mengerti isi dunia dari sudut pandang yang menyenangkan. Kata Jema, Asa itu kayak cahaya. Kemarin memang gelap, tapi hari ini ada Asa. Cahaya, tolong jangan redup. Disini, Jema masih butuh. Bantu Jema menghidupkan sinarnya sendiri, ya? - - - - - - - Close : 09:12 PM
All Rights Reserved
#85
acne
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nathalea
  • Di Balik Bayang Asa
  • PAIN (TERBIT) ✔
  • HIDDEN I (The End)
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • LET IT BE  [ 'Cause She Was Tired.]
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • The Golden Smith (COMPLETE)
  • Benalu [Terbit]
Nathalea

Anak Kedua dengan Seribu Tangisnya "Lea, nanti kalau udah gede jagain abang sama adeknya." "Terus yang jagain Lea siapa?" "Lea anak cewek, jadi harus mandiri." Sejak kecil, Nathalea Arunika Senjana (Lea) hidup dengan beban yang tak seharusnya ia tanggung. Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, ia harus menjadi pengganti kakaknya yang gagal dan selalu mengalah untuk adiknya. Ibunya tidak pernah melihat perjuangannya. Bagi sang ibu, Lea hanya anak yang harus menurut, yang harus bisa segalanya tanpa mengeluh. Setiap kesalahan selalu dibebankan padanya, setiap keluhan dianggap sebagai alasan. Di sisi lain, ayahnya tak pernah peduli. Kesibukannya bekerja membuatnya tak pernah benar-benar hadir dalam hidup Lea. Tidak ada sosok yang bisa ia andalkan, tidak ada tempat untuk bersandar. Baginya, rumah bukanlah tempat pulang yang hangat, melainkan tempat di mana ia harus terus berjuang sendirian. Tidak peduli seberapa lelah atau sakitnya ia, Lea harus tetap kuat. "Mama nggak mau tahu, kamu harus bisa!" "Papa sibuk, jangan ganggu Papa dengan hal sepele." Lea terus berusaha menjadi kuat, menelan semua sakitnya sendirian. Tapi sampai kapan? Sampai kapan ia harus menahan semua luka yang tak pernah terlihat? Sampai kapan ia harus selalu salah dan tak pernah dimengerti? 🥈#hujan 25/04/2025 🥇#terluka 11/09/2025 🥇#tekanan 26/04/2025 6 #broken 22/04/2025 3 #anaktengah 21/03/2025 1 #bandung 25/09/2025 no coppy, usahakan vote [on going]

More details
WpActionLinkContent Guidelines