Close : 09:12 PM

Close : 09:12 PM

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 5, 2021
"Jangan jadi yang paling jago ngebenci diri sendiri tapi dengan mudah maafin orang lain, Je." "Mudah maafin orang lain, bagus, kan?" "Bagus. Tapi bukan cuma orang lain yang butuh maaf dari lo," Tangan Asa tergerak untuk menghapus sisa liptint berwarna merah kecokelatan yang ada di sudut bibir Jema, "Diri lo sendiri juga butuh." - - - - - - - - Asa itu pengacau, bencana, dan sangat patut dijauhi untuk ketenangan jiwa. Tapi makin lama, tanpa Jema sadar, hadirnya Asa ternyata memberinya pengaruh untuk mengerti isi dunia dari sudut pandang yang menyenangkan. Kata Jema, Asa itu kayak cahaya. Kemarin memang gelap, tapi hari ini ada Asa. Cahaya, tolong jangan redup. Disini, Jema masih butuh. Bantu Jema menghidupkan sinarnya sendiri, ya? - - - - - - - Close : 09:12 PM
All Rights Reserved
#12
acne
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LET IT BE  [ 'Cause She Was Tired.]
  • Benalu [Terbit]
  • PAIN (TERBIT) ✔
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • LOST SIGNAL
  • Interweave
  • Di Balik Bayang Asa
  • Promise or Leave

[ FOLLOW SEBELUM BACA 💖 ] Cobalah untuk menyelam lebih dalam:) mungkin di awal membosankan namun akan ada sesuatu yang akan membuat kalian menikmati cerita ini. " Jangan menilai seseorang dari luarnya saja. Kalau kamu gak tahu apapun. " ~~ " Aku sudah tak peduli orang lain mau membenciku. Aku tak peduli lagi gimana orang memandang aku dengan segala keburukan. " ~~ " Biarlah. Biarlah orang mau berkata apa tentangku. Aku tak akan mau lagi membuang tenaga ku untuk mereka yang tak paham. " ~~ • • • Kiara Abigail Syam. Seorang gadis 16 tahun yang tumbuh dengan lukanya. Tak ada yang pernah tahu bagaimana kondisi dirinya kecuali dirinya sendiri dan Tuhannya. Terkadang ia benci dengan dirinya sendiri yang lemah tak mampu mengungkapkan apa yang dia rasakan secara baik. Ya, mentalnya tak baik-baik saja sejak kecil. Ia dihadapkan ujian yang berat untuk anak seumur 9 tahun itu waktu kecil. Melihat pertengkaran orang tuanya dengan kekerasan yang tak seharusnya diterima anak sekecil Ara. Ini bukan kisah seorang gadis yang mengejar popularitas dan eksistensi di dunia disaat anak remaja yang lain menghabiskan masa mudanya dengan indah. Yang minta ini itu ke orangtuanya. Bukan tentang seorang gadis yang selalu menjadi kebanggaan orang tua dan orang-orang disekitarnya. Bukan juga tentang belas kasihan orang lain, karena nyatanya yang ia dapatkan adalah cacian. Ia dianggap gila. Ia sudah berusaha untuk menghilangkan trauma. Namun, orang lain tak pernah melihat dan menghargainya. Biarlah. Ia sudah muak. Ia tak akan lagi mau bersusah payah menyenangkan orang lain. Ia tak peduli.

More details
WpActionLinkContent Guidelines