Sagara; Sekuel Arunika

Sagara; Sekuel Arunika

  • WpView
    Membaca 242
  • WpVote
    Vote 12
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Nov 9, 2023
[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] [Kelanjutan cerita ARUNIKA, yang belum baca, wajib baca ARUNIKA dulu] Sagara harus berjuang kembali untuk mendapatkan dan mengobati hati Arunika yang telah ia patahkan. Itu adalah salah satu konsekuensi yang harus ia terima karena telah membuat luka mendalam yang menciptakan trauma baru di hidup Arunika. Trauma yang Arunika alami membuatnya sangat takut akan kehilangan. Gadis itu menjadi overprotective terhadap apa yang masih bersamanya sekarang. Di sini bukan hanya Sagara yang berjuang, melainkan juga Giral yang sudah mendapatkan pujaan hati dan harus mengenalkannya pada Arunika yang sangat sulit menerima perempuan yang akan menjadi kekasih kakaknya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#88
perkantoran
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Elegi Rasa : Pergi
  • Bola Kaca
  • ARJUNA
  • Sejarah Mantan (COMPLETED)
  • EPIPHANY
  • Annoying Girl (Selesai)
  • Veyara Secret [END]
  • Langit dan Cahayanya
  • ARUNIKA'S WORLD (SELESAI)

Kadang menjadi begitu terlambat menyadari sesuatu akan membekaskan rasa sakit yang tak lekang oleh waktu. Saat cerita yang kelewat singkat dilalui menghantarkan pada sakit yang menghantui. Safir sudah merasakannya. Dua kali dalam hidup ia seperti dipermainkan rasa. Nila yang tak mau melihat. Dan Bianca yang pergi pada sesuatu yang tak terlihat. Ketika sepi melanda. Bukannya pada dunia yang luas, hanya pada dunianya sendiri yang tiba-tiba runtuh. Safir merasa begitu buruk di mata Bianca. Merasa begitu lelah di hadapan Nila. Dan malam itu, harusnya ia berusaha lebih keras. Saat si gadis berkata, "Aku pamit pulang, ya." Harusnya Safir membujuk lebih tegas. "Biar aku yang antar." Kenyataannya, Safir menjadi begitu terlambat. Saat rasa itu mulai tertambat. Hatinya justru sakit tanpa ada yang membebat.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan