Long Time No See [ SELESAI ]

Long Time No See [ SELESAI ]

  • WpView
    Reads 2,055
  • WpVote
    Votes 527
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Jan 27, 2025
Orion menunduk sejenak, setelah menyadari sesuatu, ia merasa bersalah pada Winda. "Kakak gak apa-apa, serius. Kamu jangan khawatir. Yang tadi itu cuma kepingan masa lalu yang masih menusuk di telapak kaki. Sampai-sampai setiap kali kakak melangkah perihnya semakin dalam dan dalam." Winda meraup oksigen sebanyak dibutuhkan oleh paru-parunya yang mendadak terasa sesak. "Sekarang kakak terbiasa berjalan di atas rasa sakit. Asal itu di samping kamu, kakak gak akan mengeluh." Orion kembali terhenyak. Seharusnya ia tak pernah lahir ke dunia, seharusnya Winda tidak merasakan sakit bertahun-tahun lamanya. "Kak...." Satu kalimat tertahan di ujung lidahnya. Orion meragu, takut kalau-kalau ucapannya akan melukai Winda sekali lagi. Sehingga, biarlah ia menyimpan semuanya sendiri. "... kak, maaf." Note : cerita tidak di-publish lengkap
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MAREAPADA [Revision]
  • " To Love ,To Lose "
  • GUNFA
  • Maaf' (Revisi)
  • Cakra's Last Embrace. | End |
  • Entwined by fate || BXB
  • Dendam Cinta Tuan Sagara
  • Good Doctor

Mareapada The Secret of The Universe. Ketika semuanya telah hancur dan terlambat. Hanya keluarganya yang bertahan, dan terlambat menyelamatkan perempuannya. "Aku saja yang dihukum, mengapa harus dia juga?" Mereka melindungi sekaligus menghancurkan. Memang seharusnya karma menyertai keduanya. Kembali kepelukan. Namun, dunia yang berbeda untuknya membuat Arte Daimon memanfaatkan anak sulung pengusaha terbesar yang sudah berdiri berpuluh-puluh tahun dan terus beregenerasi, yang diketahui manusia. Mungkin, ini keserakahan yang dapat dimaklumi. "Apapun untuk kebahagiannya, waktunya terlalu singkat untuk hidup. Kalau dia mampu menembak jantungku, aku ingin mati secepatnya, bersamanya, berulang kali." Asgar mengulangi lagi ucapannya, "kak, apa yang mami lakukan sampai kita dapat hukuman? Apa yang kamu lakukan dengan semua pecahan kaca ini?." Achilles hanya menggeleng dan menjawab. "Asgar, hiduplah seperti yang kamu mau saja, jangan pedulikan aku. Berbahagialah!" Laki-laki bersaudara itu hanya saling menguatkan, dan bertindak semaunya demi keinginannya tercapai. "Demi Arte, 'kan?" 2025©AISA

More details
WpActionLinkContent Guidelines