Story cover for The Inner Child by qynu_san
The Inner Child
  • WpView
    Reads 235
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 22
  • WpView
    Reads 235
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 22
Ongoing, First published Nov 30, 2021
Berbagai macam rasa yang tak terpenuhi saat masa yang seharusnya. Hingga akhirnya, rasa itu masih tetap memenuhi hati dan pikirannya. Dan tanpa disadari, hal itu mempengaruhi keadaannya di masa kini.

Menjadi seorang anak kecil yang memiliki rasa ingin tahu tinggi. Dengan sifat dan perilaku yang berbeda, membuatnya terlihat aneh dalam sosialnya.
Seiring waktu berjalan, menutup diri dan mulai bersikap dewasa. Tidak bisa menutupi kekosongan hati kecilnya. Dan hidup bersama kehampaan batin kecilnya.
All Rights Reserved
Sign up to add The Inner Child to your library and receive updates
or
#121emosi
Content Guidelines
You may also like
RUMAH tanpa pintu  by diandlyne
36 parts Ongoing
rumah itu punya dinding. punya atap. punya meja makan dan tempat tidur. tapi tidak punya tempat untuk elira merasa aman. di sana, elira tumbuh seperti bayangan. ada, tapi tak pernah dianggap. dilahirkan bukan karena diharapkan, tapi karena tak sengaja. sejak kecil, elira sudah belajar caranya diam. belajar caranya menyembunyikan luka di balik senyum, dan menyembunyikan jeritannya dalam baris-baris puisi di buku matematikanya. ia bukan anak yang cerewet, bukan juga yang mudah dicintai. tapi bukan berarti ia tidak ingin dipeluk. di sekolah, elira hanya ingin melewati hari. tapi semuanya berubah saat seorang guru baru memperhatikannya lebih dari sekadar nilai. untuk pertama kalinya, elira merasa dilihat. tapi... hidup tidak semudah itu. di saat ia mulai berharap, kenyataan kembali menampar lebih keras. masalah di rumah makin dalam, luka makin dalam, dan batas kesabaran pun makin tipis. ketika elira memutuskan diam-diam untuk pergi... barulah semua mata terbuka. tapi seperti luka yang tak segera diobati-penyesalan pun datang terlambat. ini bukan hanya kisah tentang kehilangan. tapi juga tentang suara-suara yang sering kita abaikan. tentang seseorang yang hanya ingin didengarkan... sebelum akhirnya benar-benar hilang. untuk kamu yang pernah merasa sendirian di tengah keramaian-ini kisahmu. dan jika kamu mengenal seseorang yang sering bilang "ga apa-apa", peluk mereka lebih lama. dengarkan lebih dalam. karena bisa jadi, itu adalah tangisan yang paling sunyi. 😞👍🏻 ---
You may also like
Slide 1 of 9
Indigo Crystal 1 cover
ON REMEMBERING cover
ZIEL cover
Ternyata Kamu [SELESAI] cover
RUMAH tanpa pintu  cover
400 Meters Away [BL] ✓ cover
Eleftheria  cover
Dendam Cinta Sehati  cover
Diary Dodol Amah cover

Indigo Crystal 1

23 parts Complete

Sejak kecil, aku tidak tau kalau mataku akan terus setajam ini. Awalnya aku tidak percaya "mereka", bahkan aku tidak takut ketika melihat "mereka" di usiaku yang masih kecil. . Kupikir, apa yg kulihat adalah kesalahan pada mataku. Sampai pada akhirnya, seiring berjalannya waktu, seiring bertambahnya usia, ketajaman mata ini semakin bertambah. Aku menyadarinya, tapi tetap tidak mau mengakuinya. . Kukira, di usia 17th ketajaman mata ini akan hilang begitu saja. Ternyata aku salah, hingga saat ini umurku sudah dewasa, ketajaman mata batin ini semakin menajam. Kadang ini melelahkan, tapi sekarang aku tidak mau diam saja dan mengabaikan kemampuan ini. Jika memang ini berguna untuk membantu orang lain dalam mengingatkan kepada-Nya, Ikhlaskan. Tapi jika ini merugikan dan tidak ada manfaatnya, maka hilangkan. . Tapi, ini seperti sudah permanen. Hari-hariku dipakai untuk mengupas apa hikmah dari yang kulihat ini. Di setiap interaksi, di setiap tanda-tandaNya yang diperlihatkan, aku haruslah berpegang teguh pada pedoman-Nya. Pasti dibalik apa yg kulihat dan orang lain tidak lihat, ada banyak hikmah dan pelajaran di dalamnya. . Jika terdapat kebaikan dari apa yang kau lihat, maka sampaikanlah (walau 1 ayat). Tapi, bijaklah dalam menyampaikan sesuatu yang tidak semua orang memahaminya :)