Sebuah rekayasa yang terbentuk nyata, nyaris membuat Adara merasakan sakit yang bertubi-tubi. janji yang manis kini menjadi pahit! waktu tak bisa berputar kembali,roda kehidupan semakin cepat berputar. "Rangga,sekarang lo jujur sama gue!" Rangga hanya terkesima,entah apa yang seharusnya ia katakan,jujur atau kah bohong. "Jawab?" Adara semakin kesal dibuatnya,ia meluapkan amarah nya di hadapan Rangga. "Iya" Satu kata 3 huruf itu berhasil membuat jantung Adara berdegup kencang dari biasanya,ia merasakan seperti ada belati tertancap di dadanya,ia terdiam selama beberapa detik, ia menahan air mata dalam dirinya,ia tak mau jika air mata itu harus keluar demi sosok Lelaki Pecundang yang berada didepan nya. "Ternyata lo itu?seberengsek yang gue kenal Ga" Kini Adara tak bisa terus menahan rasa sakit itu,perlahan ia memundurkan langkah nya menjauh dari Rangga.
Detail lengkap