Tethered by You
Tokyo sore itu tenggelam dalam cahaya jingga yang lembut. Orang-orang berlalu-lalang, sibuk mengejar tujuan masing-masing. Namun, dalam salah satu bandara internasional terbesar di Jepang, langkah seorang pria justru membuat waktu seakan melambat.
Uzumaki Boruto kembali.
Tubuhnya lebih tegap dari dua tahun lalu; rahangnya tegas, tatapannya tajam, dingin, dan dewasa. Jas hitamnya terpasang rapi, jam metal di pergelangan tangannya berkilau halus. Tidak satu pun energi dari dirinya yang terasa lembut.
Di balik aura itu, ada sesuatu yang lain kelelahan. Dua tahun memimpin cabang perusahaan di luar negeri sambil menyelesaikan studi S2 bukan hal ringan. Tapi ia tak pernah mengeluh. Ia hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan seorang pewaris utama.
Ia kembali bukan karena tugas.
Ini... tentang seseorang.
Uchiha Sarada.
Cinta pertamanya. Satu-satunya gadis yang pernah ia buka pintu hatinya. Satu-satunya orang yang pernah mampu membuat dadanya bergetar hanya dengan menyebut namanya.
Namun, Sarada yang ia tinggalkan dua tahun lalu bukan Sarada yang menunggunya hari ini.
Dulu, gadis itu adalah cahaya lembut, ambisius, selalu bisa membuat hari-hari Boruto terasa lebih hangat. Tapi semenjak ia pergi, Sarada berubah. Ia terjebak di dunia sosialita mahal, malam-malam bar, pesta tanpa akhir, belanja berlebihan, kelas kuliah yang dilewatkan tanpa penyesalan.
Boruto tahu. Ia tahu semuanya.
Ia hanya diam. Mengamati dari jauh.
Ia tidak pernah marah... bukan karena ia tidak peduli.
Tapi karena ia menunggu.
Menunggu untuk pulang.
Menunggu untuk menanganinya sendiri.