Tokoh Utama

Tokoh Utama

  • WpView
    LECTURAS 103
  • WpVote
    Votos 21
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadConcluida mar, oct 31, 2023
"GUA MOHON LO JANGAN PERGI KAYAK YANG LAIN." berteriak berharap semua ini adalah mimpi "GUA MAU LO DISINI BUKAN PERGI KAYAK YANG LAIN !" memeluk sangat erat. "Aku di sini salma aku disini tidak akan kemana-mana aku disini." Ucapnya. 🟤🟤🟤 "Kazam ampun AAAA " memegangi kepalanya Yang terangkat terasa ramputnya ingin lepas kekaligus saat itu juga. "APA YANG LO LAKUIN ITU ENGGAK SEBANDING DENGAN INI PAHAM." Ucap kazam penuh penekannan. "Sa-ya jujur zam sa-ya tidak -me-leku-kan apa ap-a sumpah demi allah__AAAAA" "LO PIKIR SAAT LO BAWAH TUHAN LO BISA LEPAS GUA ENGGAK BODOH EMANG BENER ORANG YANG LAHIR DARI RAHIM WANITA MURAHAN ENGGAK AKAN BEDAH DENGAN____" ucapan itu belum selesai. ❌ hati-hati banyak kata kasar di dalamnya ❌ kalau punya karya jangan jiplak punya orang lain karya masing-masing oke bos ❌ gunakan kebijakan karena banyak adegan kekerasan ❌ Ingat Jalan ciplok Karya orang oke
Todos los derechos reservados
#616
fiksiumum
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • ALSTARAN [END]
  • He's My Best Friend [END]
  • Sebuah Rasa
  • AYARA [END]
  • Breathe
  • Silence Of Tears (TERBIT)
  • ALVIVA (END)
  • Stres In Life

Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido