AURORA STORY

AURORA STORY

  • WpView
    LECTURAS 188
  • WpVote
    Votos 68
  • WpPart
    Partes 22
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, ene 15, 2022
gadis yang berusia 16 tahun yang bernama AURORA FLORANCE. gadis yang bawel,banyak bicara,pecicilan.tapi kalau AURORA punya masalah dia akan menyendiri,Aurora masih mengingat pas dulu dia di sd Aurora suka di bully mulai dari segi fisiknya dan wajahnya,iya emang pas dia masih sd Aurora itu gendut dan jelek dan jadinya gampang buat bahan bully.dan itu pas dulu sekarang Aurora menjadi gadis yang kurus dan cantik. FLASHBACK ON "Aurora,kamu makan apa aja,kok bisa gendut banget sih?"tanya salah satu teman Aurora. "aku gendut ya?"tanya Aurora. "iya,gendut banget kamu itu"jawab teman Aurora yang bername tag lala. "ooo,ya sudah"ucap Aurora sambil tersenyum. Ke besokan nya. "Aurora,perasaan ku kamu semakin hari semakin jelek"ucap teman Aurora yang bername tag Sella. "apakah itu benar?,semakin hari aku semakin jelek? "tanya Aurora kepada Sella. "iya,itu benar sekali"jawab Sella. "ooo,makasih Sell infonya"ucap Aurora berterimakasih. FLASHBACK OFF.
Todos los derechos reservados
#516
ceria
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • DUNIA FLORA
  • THE BRANDAL GIRLS
  • Fangirl Tale
  • 𝐋𝐨𝐯𝐞 𝐒𝐭𝐫𝐮𝐠𝐠𝐥𝐞 ✔
  • ALGARES [Hiatus]
  • MAURAKA [Completed]
  • Aurora [END/BELUM REVISI]
  • Our Story's
  • ZIELIA
  • Kaila's Choice: Stay Or Move On?

Gue cuma gak mau Lo mati," suara Fabian terdengar parau. Flora tersenyum getir, " Tapi Lo sendiri yang buat gue ngerasa mati sebelum gue mati," Fabian terdiam. Ucapan flora barusan menampar dirinya keras, membuat rasa bersalah semakin menggerogotinya. " Ra... Tolong ngerti," suara Fabian tercekat. " Gue selalu ngerti Fabian!" bentaknya tak sadar, isakannya semakin terdengar jelas, membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan merasa sedih. "Tapi siapa yang peduli perasaan gue?" suara gadis itu melemah. " Siapa yang peduli mental gue hancur? Siapa yang peduli kalo gue cuma orang yang haus kasih sayang? Siapa?!" " Di sini ada gue yang sayang sama Lo," Fabian meraih tangan gadis itu namun flora dengan cepat langsung menepisnya. Air mata Fabian mengalir membasahi pipinya. " Kita bakal hidup bahagia..."satu isakan lolos dari mulut Fabian, namun ia langsung menahannya. Flora menggeleng pelan, tatapannya semakin kosong. " Kisah kita gak bakalan berakhir happy end Fabian..."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido