TUAN MUDA MESUM

TUAN MUDA MESUM

  • WpView
    Reads 3,383
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 16, 2021
Gagah si Tuan muda dengan sejuta pesonanya, mengerjai habis-habisan salah seorang maid yang bekerja di rumahnya. Gagah melakukan hal tersebut bukan tanpa alasan, ada sesuatu yang membuatnya sangat ingin menjahili Yasmin-pelayannya yaitu dendam di masa lalu dimana dirinya pernah dipukuli oleh Yasmin di bilik toilet wanita. "Dasar, cowok mesum!" umpat Yasmin geram saat Gagah masuk ke dalam bilik toilet dimana ia baru saja selesai buang hajat. "Awww ... sakit tahu! Cewek gila!" maki Gagah saat Yasmin memukuli dirinya dengan gayung. Dan, Yasmin tidak menyangka kalau lelaki mesum yang dia pukuli beberapa waktu yang lalu adalah anak dari majikannya. "Mampus gue!" gumam Yasmin di dalam hati.
All Rights Reserved
#193
tuanmuda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DI DUAKAN KEMUDIAN AKU DI DEWIKAN
  • Ruang Rasa
  • LIBIDO [TAEGI] END
  • Cegil Komplek [00L]
  • Story Of Love
  • The Gifted - SKZxITZY ✓
  • Diary Gadis Coklat
  • Bian The Cold Boyfriend

Gibran: "Sayang.. mas minta maaf, kamu jangan diam saja seperti ini, silah kan tampar atau kamu pukul saja badan mas sayang". Suara mas Gibran terdengar serak sambil menahan tangis. Terlihat mukanya merasa sangat bersalah. Mendengar perkataan mas Gibran, aku yang tadinya diam seperti robot, tiba-tiba mulai bereaksi dengan emosi yang memuncak. Tanpa sadar tanganku melayang menampar pipi mas Gibran. Kemudian aku memukul dadanya beberapa kali. Beliau kaget tapi tidak berusaha membalas perlakuanku kepadanya. "Aku benar-benar tidak menyangka mas!, kamu tega, sangat tega!. Semua perlakuanmu, kasih sayangmu bahkan semua perhatianmu selama ini ternyata palsu!", teriakku sambil menangis pada mas Gibran. "Kamu benar-benar jahat!". "apa kesalahanku sampai kamu setega ini mas!". "Aku benci sama kamu!". Teriakku kencang sambil memukul-mukul dadaku sendiri. Mas Gibran hanya diam melihat luapan emosiku yang memuncak. Kemudian tangannya berusaha memelukku, tapi aku langsung menepis tangannya menghindar, kemudian menjauh ke pojok tempat tidur.

More details
WpActionLinkContent Guidelines