We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Jauh

Jauh

  • WpView
    Reads 395
  • WpVote
    Votes 230
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 29, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Ashila Anastasya Mahardika Anak tunggal yang sejak kecil telah ditinggal kan oleh ayahnya, tepatnya di umurnya yang ke 2 tahun . Ayahnya yang kasar, ayahnya yang tak memberikan kasih sayang padanya, ayah yang tak bertanggung jawab padanya, semua perlakuan itu membuat ashila trauma mengenal laki-laki . Penasaran Ceritanya? Cerita pertama author ini ya semoga suka ✨ jangan lupa tinggalin bintang sama komennya biar tambah semangat update cerita ini .
All Rights Reserved
#445
luka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • MEMELUK LUKA [END]
  • Terluka Untuk Bahagia [ REVISI ]
  • LUKA
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Cake's Strawberry
  • Devaul ��• completed
  • AZILA (Terbit)

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines