one girl for seven lord

one girl for seven lord

  • WpView
    Reads 1,691
  • WpVote
    Votes 507
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 14, 2026
"Kepada Yang Mulia Raja, silakan berikan keputusan akhir." Semua mata tertuju pada Raja, yang dengan hati-hati menghapus air matanya sebelum berdiri dari singgasananya. Dengan nada yang tegas namun penuh emosi, dia mengumumkan, "Sebagai seorang Raja, dan ayah dari tujuh pangeran, aku mengutusmu, wahai gadis yang dipilih oleh para dewa, untuk melaksanakan pernikahan demi menjaga kebangsawanan kita." Kata-kata itu menggema di seluruh aula. Tanie yang masih duduk terkulai di karpet bundar, tubuhnya gemetar. Dia menelan ludah, berusaha keras memahami apa yang baru saja diumumkan. Napasnya terasa berat, dadanya sesak. Seorang menteri kerajaan maju ke depan, siap membacakan hasil keputusan formal. Tapi sebelum dia sempat memulai, Tanie mengumpulkan sisa tenaganya, berdiri dengan gemetar, dan berseru, "Saya hanya orang biasa! Aku bukan dewi, aku mohon, mengertilah... ini bukan dunia saya! Saya ingin pulang!" Suasana ruangan kembali membeku. Semua orang terdiam, tidak ada yang berani berbicara. Seakan-akan kata-kata Tanie baru saja membelah atmosfer kerajaan yang penuh harapan dan tradisi kuno. Namun, keheningan itu segera pecah oleh teriakan lantang seorang menteri yang berwibawa. "Seorang gadis jelmaan dewi telah dipilih untuk menjadi istri dari tujuh pangeran. Siap atau tidaknya, keputusan ini akan tetap dilaksanakan." Tanie terdiam kaku. Kata-kata itu seperti belati yang menembus pikirannya. Tidak ada jalan keluar. Tidak ada cara untuk melarikan diri dari takdir yang tiba-tiba dipaksakan padanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Min Yoongi : The Last (Suga BTS) [Completed]
  • love in silence (taekook)✔️
  • Youthful Glory/Xiao Dou Kou (小豆蔻)
  • CAUSE YOU ARE MY EVERYTHING
  • Skenario About Love [END]
  • King of Demigod : Map Of The Hidden World
  • Queen Of Beauty
  • SnB: See You When I See You
  • SEVEN POSSESSIVE BROTHERS [BTS] - INEFFABLE
  • King of Demigod : Into The New World

Bagaimana jadinya jika matahari dan es disatukan? Siapa yang akan menang? Tentu saja matahari, karena es akan meleleh akibat panas yang dikeluarkan si matahari. Zea Kim, salah satu nama yang berhasil membuat Min Suga sedikit kesal akibat kelakuan gadis itu yang over bahagia. Suga tak pernah membayangkan jika setelah meninggalnya sang istri, dia dihadapkan dengan sosok Zea yang menjabat sebagai Sekretaris baru untuknya dan sialnya lagi, sang anak laki-lakinya yang bernama Min Kyumin secara perlahan terbuka untuk Zea. Suga tak dapat menebak bagaimana akhirnya dengan Zea, berhubung Zea sangat dekat dengan Kyumin dan Kyumin pun sering memanggil Zea dengan sebutan Bunda yang tentunya menjadi kode untuk Suga agar Zea menjadi Bunda untuk Kyumin. Sebenarnya Suga bisa saja menikahi Zea karena sedingin dan secuek apapun Suga, tetap saja dia akan jatuh cinta jika terlalu lama berada disisi Zea si gadis ceria itu. Tapi, dia juga tak ingin mengkhianati istri-nya sendiri yang telah lebih dulu ke surga, apa itu bisa dikatakan pengkhianatan jika Suga menikah dengan wanita lain untuk kedua kalinya? "Pak, ini lucu banget, cocok buat Kyumin!" seru Zea sembari memperlihatkan baju kaos kearah Suga, dan memang itu terlihat sangat cocok untuk Kyumin. "Enggak usah teriak gitu, bisa enggak? Saya enggak tuli." balas Suga. "Ya, maaf, lagian ini lucu banget. Iya 'kan? Kalau enggak jawab, aku anggap iya." ucap Zea. Suga menghembuskan nafasnya dengan kasar, lelah atas tingkah Zea. "Kamu bisa diam enggak? Kalau kamu enggak diam, saya cium kamu." ancam Suga. "Ya udah, aku lebih pilih enggak diam supaya bisa di cium sama Bapak," goda Zea. "Zea Kim!" sentak Suga. Lihatlah, kelakuan Zea sangat ajaib, bukan? *** Update setiap Minggu. Cover by aesan.graphic

More details
WpActionLinkContent Guidelines