Aksara Rindu

Aksara Rindu

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 6, 2022
Jangan hanya membaca, tapi sesekali di resapi, lalu di renungkan. Lansiran prosa puitik tentang dialektika rasa. Tuan, puan, apa guna aksara jika tiada di eja? Apa guna bahasa jika tiada untuk dialog semesta? Sekumpulan aksara semenjak jejak terjajak, bahasa bisa resah tatkala pengeja membaca tiada jelas arah. Singgahlah, mungkin tak senyaman rumah, tapi percayalah aksara yang indah akan membuat betah. Salam. *Penanda: Apabila ada yang ingin didiskusikan mari berbincang di kolom komentar. Atau kalian bisa kunjungi Instagram saya @buku_hijau219
All Rights Reserved
#81
selfhealing
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Kamu Dan Jarak
  • Suara Dalam Aksara
  • Goresan Pena Pengagum hujan
  • AZKARA dan KANIA (End)
  • BERBEDA?
  • Fragment Of Serenade (END)
  • S T I L L (COMPLETED)
  • Aksara Tak Bertuan

Samudra - Launa adalah dua hati yang pernah saling menemukan di tengah ramainya dunia. Cerita mereka bermula dari tawa ringan, percakapan dalam telepon malam, hingga janji-janji kecil yang menyemai harapan. Namun, seiring waktu, hubungan itu diuji oleh keraguan, kehadiran orang lain, dan jarak yang tak lagi bisa dijangkau oleh cinta semata. Samudra yang berada di Sarawak-Malaysia dan Launa yang berada di Bandung-Indonesia. Launa mencintai Samudra dengan tulus-dengan cara yang kadang terlalu diam, terlalu sabar, dan terlalu dalam. Bersama Samudra, Launa merasa hidupnya lebih lengkap, lebih berarti. Launa jatuh cinta kepada Samudra bukan karena ia sempurna, melainkan karena kehadirannya membawa rasa yang berbeda dari siapa pun sebelumnya. Samudra memiliki cara tersendiri dalam menunjukkan perhatian-sederhana, namun bermakna. Ia hadir sebagai pendengar yang sabar, teman yang tak pernah lelah menemani, dan sosok yang mampu membuat Launa merasa dihargai, bahkan dalam diam. Dari sapaan hangat, kalimat-kalimat dukungan, hingga tawaran tulus untuk sekadar menemani belajar atau menenangkan hati yang lelah-semuanya perlahan membentuk ruang nyaman bagi Launa. Di tengah ketidak sempurnaan hubungan, Samudra mampu membuat Launa merasa bahwa ia layak dicintai dan tidak sendiri. Tapi waktu tak pernah memberi jaminan bahwa cinta akan selalu dipertahankan. Ketika Samudra berubah, ketika perasaan itu mulai tak searah, Launa hanya bisa menahan luka, berharap semesta mengembalikannya-walau dalam hati tahu, harapan itu semakin kabur. Ini bukan sekadar kisah putus cinta. Ini tentang bagaimana seseorang belajar melepaskan meski hatinya masih ingin bertahan. Tentang rindu yang terus tumbuh walau tak lagi punya tempat untuk pulang. Dan tentang keberanian Launa untuk tetap mencintai-meski akhirnya harus ikut hilang bersamanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines