Ajari Aku Mengikhlaskan mu

Ajari Aku Mengikhlaskan mu

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Thu, Dec 2, 2021
Aku tidak melupakan mu , aku hanya ingin melanjutkan hidup tanpamu. Aku tidak kehilangan perasaan padamu , aku hanya tahu diri dan menepi .Bukan keinginan ku untuk tidak menahan kamu pergi dan berakhir , tetapi aku melakukan yang terbaik . Aku hanya perlu waktu untuk diriku sendiri mungkin untuk sementara waktu. Bukannya aku tidak ingin bersamamu lagi , tetapi hal ini sudah tidak bisa dikendalikan lagi dan tidak akan lagi sama bagaimanapun caranya karena aku sudah mencobanya dalam jangka waktu yang lama untuk hal hal yang lebih baik nyatanya tetap saja sama. Aku menghargai keputusanmu bagaimanapun itu , tak peduli sebagaimana sakitnya tetap saja harus diterima . Sebenarnya perasaan ini selalu ada tapi nyatanya melihat kamu sendiri yang tidak tegas dalam memihak perasaan mu yang membuat hati ini kecewa. Semoga kamu selalu berada dalam takdir yang terbaik.
All Rights Reserved
#36
cintapesantren
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALTER EGO (TAMAT)
  • CARAKU MENINGGALKANMU
  • ALONE
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Ambiguous
  • [SAA 1] IKHLAS
  • You (J & M)
  • Sekali Lagi (End)
  • Cerita Tentang Kita
  • Datang Untuk Pergi

Tuhan sangat ndak adil. Aku sudah kehilangan segalanya. Kebahagiaan, hidup tenteram, mahkota yang paling berharga, bahtera rumah tangga bahkan buah hatiku tercinta. Aku benci hidup ini. Benar-benar benci. Aku berada dalam dasar terbawah dari rotasi kehidupan, yang rasanya mendongakkan kepala saja ndak sanggup. Namun, lagi-lagi Tuhan bermain pada takdir. Dia hadir, dengan segala cahaya kemilau yang membuatku memudar. Dia juga lah yang mengulurkan tangan dan berkata, "Aku nggak akan ninggalin kamu." -- Kumala Putri Aku merasa sangat terberkati. Tuhan begitu baik padaku. Hidup dalam limpahan kasih sayang, cantik, menawan, anggun, dan kupikir-pikir hidupku terlalu mulus. Tak ada tantangannya. Tapi, sepertinya Tuhan memiliki skenario lain akan fungsiku di dunia. Aku hidup untuk menyelamatkannya. Aku mati pun untuk menyelamatkannya. Di saat aku berniat pergi, dengan memohon dia memintaku tetap bersamanya. "Jika kamu pergi maka hidupku ndak berarti lagi." Lalu aku harus bagaimana? -- Vanessa Putri Warning: Tulisan ini mengandung Mature Content, banyak kata-kata kasar, beberapa adegan kekerasan serta adegan dewasa. Jadi, mohon bijak dalam membaca. Cover by Anagraphic_

More details
WpActionLinkContent Guidelines