ARSEN
  • WpView
    Reads 274
  • WpVote
    Votes 64
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 13, 2022
"Munafik kalau gue bilang, gue enggak apa-apa." Cerita ini mengisahkan tentang seorang Metta yang tidak pernah menemukan kebahagiaan sejak kecil dan Arsen yang memiliki sejuta kegembiraan dalam hidupnya. Bersahabat sejak kecil, membuat Arsen dan Metta terbiasa untuk saling terbuka satu sama lain. Namun, satu rahasia di antara keduanya, membuat mereka harus saling menemukan cara untuk bisa mengetahui rahasia yang tersimpan apik selama ini. Satu persatu rahasia yang terungkap, tidak membuat mereka puas. Justru, dari satu rahasia itu membuat mereka harus memecahkan satu persatu pertanyaan yang sulit untuk ditemukan jawabannya. Berawal dari tragedi bunuh diri yang dilakukan oleh seorang sahabat Arsen. Yang mana hal itu menimbulkan banyak sekali percekcokan yang terjadi. Banyak kesalahpahaman yang tidak dapat dihindari. Dan saling menuduh tanpa adanya bukti. Akankah mereka dapat menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang mampir di kepala mereka? Dan siapakah sebenarnya, orang yang telah bersalah atas semua kekacauan yang telah terjadi? "Senang ya, bisa main-main sama kalian." -secret person. >>><<< Note: Jangan jadi silent readers. Harap menekan bintang dipojok bawah sebelah kiri terlebih dahulu. Dan jangan lupa untuk memberi komentar bijak disetiap chapternya, ya((: Terimakasih🙏❤️ Cover by pinterest WARNING⚠️ TIDAK MENERIMA PLAGIAT DALAM BENTUK APAPUN! Ig: @angiphaa
All Rights Reserved
#39
penerbitskuad
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • Because I'm Stupid (End)
  • Jodohku
  • Nanti Juga Sampai
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • LYBLOP [✓]
  • Rahasia Rasa (COMPLETE)
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • FIZYA

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines