kisah anak remaja

kisah anak remaja

  • WpView
    Lecturas 13
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, dic 4, 2021
WpInfo
Fanfic
NCT
menceritakan tentang kisah anak remaja yang gemar bersenang-senang namun di balik itu semua mereka..... penasaran? mari baca cerita ini agar tidak penasaran cerita ini hanyalah karangan dari author sendiri, bukan menjiplak ya atau meng- plagiat ini murni terlintas di otak saya sendiri "oyy balikin buku gue anjem" - N "bangke mati lu njirr buat adek gua nangis" - A "mau lu apa sih bilang Jan cuma ngeng ngong ngeng ngong aja" - H "bye one sini berani keroyokan mental yupi Jan sok keras" - J "klo gue ada salah ama lu bilang ga usah nyebarin fitnah tentang gue" - J "beda kelas doang bukan beda nyali" - M "gua di ajarin buat ngehormatin yang lebih tua bukan takut kepada yang lebih tua, lu injak kaki gua maka gua injak kepala lu" - C siapakah mereka? penasaran? yok baca biar terjawab rasa penasaran kalian ingat ya semua ini hanya fiksi Jan latah apalagi di bawa sampai dunia nyata
Todos los derechos reservados
#879
txt
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • It's Always Been You✔️
  • 『 𝐑 𝐄 𝐕 𝐀 𝐍 𝐎 』  [END]
  • LAKUNA
  • Senja Jadi Sendu (END)
  • Empty | 00L NCT Dream
  • My Brother Is An Idol
  • GEVRONZ
  • HILDAN'S STORY
  • ASRAMA LANTAI 7 {TERBIT} ✓
  • Shorts: Lee Cute Jeno [Selesai]

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido