Hot Chocolate

Hot Chocolate

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 10, 2022
Benar kata orang-orang, berhenti mencintai lebih sulit daripada mencoba mencintai. Tatapan matanya meneduhkan dan hangat tapi tak pernah tertuju padaku. Aku kembali bertemu lagi dengannya, setelah sekian lamanya. Namun, sebagai seseorang dari masa lalu yang tak pernah istimewa di ingatannya. Tapi kali ini, aku Aileen Arsh akan menjadi seseorang yang istimewa bagi seorang pria tampan Hazel Lazio. Tuan muda Hazel bukanlah pria dingin atau semacamnya, dia hanya manusia dengan sedikit kepasifannya terhadap perempuan. Kira-kira itu sedikit tentang Hazel bagiku.
All Rights Reserved
#84
aileen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  HAZELA
  • Kisah Akala
  • Love Starlight
  • Strong Girl Michella (END)
  • Alshana
  • Let Me Out To The Darkess
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Artha's Mine
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

More details
WpActionLinkContent Guidelines