FÜR RIKA
  • WpView
    LECTURES 104
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Chapitres 8
WpMetadataReadContenu pour adultesEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., janv. 5, 2024
Siang ataupun malam, selalu saja terlihat orang-orang berkendara. Berlalu-lalang tanpa tertebak tujuan akhirnya ke mana. Tetapi pernahkah kamu tersasar, ketika semua sudah dipersiapkan, pakaian sudah rapi bagai pengantin, namun tak jua kamu temukan jalan yang mengarahkanmu kepada tempat yang dituju? Manusia dengan segala keras kepalanya, selalu berusaha mencari jalan meski alam tak kunjung memberi bantuan. Hingga sampai pada waktunya bulan bersinar, terkadang pilihan terbaik bila gelap menyapa adalah kembali pulang ke tempat semula.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Puja Puji Palsu
  • Perempuan Yang Dirawat Waktu
  • DINIKAHI PAK DUDA
  • LAST PAST
  •  Six Kizi
  • Crazy Marriage
  • Aunty! I Love You (END)
  • accident
  • Mr. Right For Now
  • Terjebak dalam Imajinasi

Di dunia ini, ada dua jenis pujian: Yang bikin senyum tulus... dan yang bikin kamu pengin mandi tujuh kali, pakai air es, biar hilang semua bekas malunya. Buku ini jelas bukan tentang yang pertama. Ini tentang janji yang mudah diketik tapi berat dikirim. Tentang cinta yang datangnya cepat, perginya lebih gesit. Tentang rindu yang dinyalain lampu hazard-berkedip terus, tapi mobilnya parkir di tempat yang sama. Baca buku ini kalau kamu pernah: • Dibilang, "Kamu beda..." tapi akhirnya ditinggal karena, "Aku butuh yang lebih sama." • Dipuji setinggi langit, lalu langsung ditarik tagihan, "Eh, transferan udah masuk belum?" • Dikasih harapan hidup oleh satu kalimat manis, lalu dikeplak kenyataan dalam tiga detik dengan, "Tapi, ya gitu deh..." Puisi-puisinya manis di awal, pedih di tengah, dan bikin meringkuk di kamar mandi sambil nanya ke shower, "Kenapa hidup begini-begini aja, ya?" Karena pada akhirnya, yang palsu itu memang paling indah saat diucapkan... dan paling tajam saat coba dilupakan.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu