My Lovely Dukun

My Lovely Dukun

  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 5, 2021
"Lo aneh, anehnya gue suka" -Gyanendra Putra Pratama. ________________________________________________________ Dia Hanan Maharani, gadis pendiam yang begitu tertutup, dia seorang indigo, tapi kelebihannya bukan hanya tentang bisa melihat hantu ataupun berkomunikasi dengan mereka, tapi juga tau dan bisa melihat cara mereka menempuh akhirat. Dia gadis yang lemah dan lembut juga baik, tapi orang-orang di sekitarnya menampis hal itu, dia dikucilkan dan selalu di bully, orang-orang menjauhinya karna dianggap malapetaka, sebab: -apa yang dia katakan, selalu menjadi kenyataan- Dan karna itu Hanan tak pernah punya teman, karna mereka takut menjadi korban dari gadis terkutuk seperti Hanan. ________________________________________________________ "Seperti yang lo bilang tadi, lo bukan Tuhan Nan" Potong Putra dengan nada yang rendah. "Tolong Ramal gue.....kalo misal lo liat kita pisah..." Lirihnya pelan tepat di depan bibir Hanan "....pura-pura aja lo liatnya kita bareng terus" Cup "Bohongin gue aja nan, yang penting gue dengernya kabar baik dulu"
All Rights Reserved
#540
indigo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KEPINCUT BRONDONG
  • "MEREKA" ADA ✔️
  • 𝗜𝗻𝗱𝗶𝗴𝗼 𝗞𝗲𝗿𝗲𝗻 : 𝗜 ✔
  • Mas! || ThomasKong✔
  • Gardenia | END
  • ONLY YOU
  • Bad boy is a good boy for me [END]
  • Sorry Not Sorry
  • GILANG [END]

18+ Peringatan! Cerita ini bisa membuat kamu cengar-cengir gajelas. Yang butuh bacaan ringan buat hiburan penghilang stres, kamu berada di tempat yang tepat. *Kepincut Brondong sinopsis: "Gue mau jadi pacar lo. Buat tiga bulan doang. Gimana?" Aku mencoba bernegosiasi. "Ha? Tiga bulan? Apaan tuh tiga bulan? Bentar amat? Kredit hape aja lima bulan, Kak." Ijun terheran. "Mau enggak? Kalo lo enggak mau ya udah. Mending lo ga usah jadi pacar gue. Jadi anak pungut gue aja!" kataku sembarangan. "Kesannya kita pacaran kayak main-main kalo kek gitu, Kak." "Ya emang main-main. Lo ngarep apa? Pacaran srius sama cewek yang empat taun lebih tua dari lo? Lo masih waras, kan?" "Tapi gue beneran suka sama lo, Kak." "Ga papa! Itu wajar. Selama lo suka sama cewek, itu artinya lo normal," tanggapku. "Tiga bulan yah?" Ijun nampak menimbang. Aku mengiyakan sambil tersenyum geli. Dalam hati aku menertawakan kegilaanku ini. "Setelah tiga bulan?" Ijun mulai tertarik. "Kita putus. Gue mau cari pacar baru, dan lo juga boleh cari pacar baru." "Kalo lo malah jatuh cinta sama gue?" tanya anak itu percaya diri. Buju buneeengg ... pede banget lo Ijuuunn ... aku tertawa saja. "Kalo gue jatuh cinta sama lo, lo harus bawa gue ke rumah sakit jiwa. Karna pasti gue udah enggak waras." ____ Pacaran sama bocah SMA? Oohh ... aku pasti sudah gila! Tapi anak itu tampan dan menggemaskan. Dan lebih dari itu, dia datang saat hatiku hancur lebur karna dihianati. Benar, Ijun datang mengisi kehampaanku. Tapi benarkah aku jatuh cinta pada Brondong yang usianya lebih muda empat tahun dariku? Yang benar saja!

More details
WpActionLinkContent Guidelines