KHODAM (NOVEL TERBIT)

KHODAM (NOVEL TERBIT)

  • WpView
    Reads 1,948
  • WpVote
    Votes 555
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 14, 2022
Blurb: "Resi, saya merindukannya," keluh Lokapala. Resi Wardha menatap sang pangeran yang tertunduk lesu. Mata Lokapala menatap air danau yang melukiskan indahnya malam ini. Di kepala sang pangeran hanya terisi tentang Hanum, Hanum, dan Hanum. "Hamba akan meminta petunjuk kepada Sang Hyang Widhi, Pangeran. Hamba berharap pangeran dapat bersabar," ucapnya. "Saya akan mengorbankan apapun asal saya bisa bersamanya. Walaupun saya harus menjadi khodamnya seumur hidup," tegas sang pangeran. *** Bagaimanakah kelanjutan kisah sang pangeran? Mampukah dia mewujudkan keinginannya untuk bersama perempuan yang dia cinta? Perbedaan zaman, pengorbanan, serta jatuh dari cinta akan memenuhi novel ini. Bersama novel ini, kita akan mengulik kisah lain dari Kerajaan Mataram Kuno. Jangan sampai ketinggalan, ya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ABIAN HALA
  • Questism x Reader : With Asya
  • The Story Of You And I
  • Masih Mencintaimu
  • Jangan Bermain Cinta dengan Mapala
  • My Queen from Southern Sea
  • High School Story (Completed✔)
  • GHAVARI
  • Kako Kara No Koibito [End]
  • TAK ADA KITA UNTUK HARI ESOK (END)

Hembusan angin menyapu lembut rambut panjang milik Hala yang ia biarkan tergerai begitu saja. Napasnya tenang namun tidak dengan perih di ulu hatinya yang membuat ia hanya mampu duduk diam sambil memeluk kedua lututnya. Berharap akan ada sebuah pelukan yang datang untuk menghangatkannya. Kisah kelam itu sudah berlalu sekitar setengah tahun yang lalu, tapi seolah kisah itu begitu betah menjadi parasit di dalam kehidupannya. Yang selalu dan terus menerus Hala rasakan ialah mengenai rindu dan rasa ingin bertemu. Rasanya ia belum cukup menikmati waktu yang Tuhan jatahkan untuk mereka bisa saling mencintai dan membersamai. "di agama kita gak ada reinkarnasi, tapi aku terus berdoa supaya ketemunya di mimpi, tapi mimpi pun bukan bagian dari kekuasaan aku ataupun kamu. Jadi kapan kita akan bener-bener ketemu? Malam ini? Besok? Lusa?" Setitik air mata jatuh membuat isakan Hala kembali terdengar. Suara pintu yang terbuka lalu pelukan yang berasal dari belakangnya membuat isakan Hala kian membesar. Pelukan memang, tapi bukan orang ini yang ia harapkan. Karena memang sebenarnya ia tidak akan pernah merasakan pelukan itu lagi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines