Bakti Terakhir | Rista

Bakti Terakhir | Rista

  • WpView
    Reads 237
  • WpVote
    Votes 110
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 21, 2022
WpInfo
Non-Fiction
Ini tentang Rista yang tidak tahu arti menghargai. "Maafin Rista bu, Rista mohon bangun. Biarin Rista berbakti sama ibu, biarin Rista mengabdi buat ibu, biarin Rista bahagiain ibu, biarin Rista menggapai surga di telapak kaki ibu. Rista mohon bu, bangun." Dan tentang Saka yang ingin membuat Rista sadar arti menyesal setelah kehilangan. "Jangan sia-siain kehadiran orang tua terakhir lo, Ris. Apalagi beliau surganya elo." Juga tentang Ninik, kasih sayang seorang ibu versi dirinya. "Besok buat lebih baik lagi, ya." *** Ambil yang baik aja, yang buruk tinggalkan⚠️ Semoga bisa mengambil amanat dari cerpen ini🙌 Selamat membaca!👋
All Rights Reserved
#732
berjuang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BULAN (END)
  • SHADOW ( Selesai)
  • AKSAFA (End)
  • Stop It, Darka! [END]
  • BULAN [END]
  • Albel
  • BULAN [Selesai]
  • ARUNA STORY: Feel Again [Lengkap]
  • SKALETTA [END]
  • LAMP OF MY LIFE

Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines