limerence

limerence

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 4, 2021
🍄Kiyo pikir, memang tak ada seorang pun yang sudi meluangkan waktu untuk mengencani wanita sepertinya. Kesehariannya hanya sibuk di depan layar komputer, dan menjadi admin website 'Take me and DATING!' Sungguh membosankan. Semua orang pasti akan memilihnya sebagai urutan paling akhir dalam daftar kencannya. Sudah ribuan kali rasanya kiyo menyaksikan kebahagiaan orang orang yang dapat bersatu dengan cintanya, ribuan pula menyaksikan patah hati seseorang yang tertolak. Dan ... ia terlampau biasa menjadi perantara cowok incarannya mendekati wanita lain. Namun kali ini GOOD! salah satu pelanggan dari aplikasinya meminta bantuan untuk di dekatlan dengan sebuah nomor. Dan itu nomor pribadinya.
All Rights Reserved
#183
aksa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Burning Boundaries [REVISI]
  • Jika Takdir Telah Ditentukan
  • BASTARA DARA (SEASON II)
  • ANGKASADARA 2 [SUDAH TERBIT]
  • Jerat Pesona Cegil
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Aksa-Dara [SELESAI]
  • My Illegal Boyfriend
  • Cause Dare I Got Boyfriend

[18+] [SLOW BURN] "Dare. Cium orang yang paling kau benci di sini." Ruangan seketika hening, hanya suara napas tertahan yang terdengar. Ren menegang, dan matanya beralih ke Asher yang kini berdiri perlahan dari tempat duduknya. Tanpa sepatah kata apapun Asher melangkah mendekat. Sebelum Ren sempat bergerak atau berkata apa-apa, tangan lelaki itu terangkat, menyentuh rahangnya dengan lembut namun tegas. Dalam satu gerakan cepat, bibirnya berhasil menyentuh bibir mungil Ren. ----- Ren tidak pernah membayangkan harus tinggal satu atap dengan Asher. Apalagi atas permintaan orang tua mereka. Asher dingin, tidak ramah, dan terlalu suka mencampuri urusannya. Ren sudah punya pacar, sudah punya hidupnya sendiri, jadi tidak ada alasan untuk membiarkan Asher terus mengganggunya. Tapi Asher tidak pernah peduli pada batasan. Apalagi saat ia mulai merasakan sesuatu pada Ren yang dirinya sendiri enggan akui. Seharusnya mereka hanya sekadar roommate, tidak lebih. Seharusnya mereka saling tidak peduli. Dan entah kenapa semakin lama, semakin sulit untuk berdiri di garis batas itu tanpa ingin melewatinya. Karena Asher tidak pernah bisa netral saat menyangkut Ren. Tidak saat ia melihat seseorang memperlakukan Ren tidak seperti seharusnya. Tidak saat Ren berpura-pura baik-baik saja. Tidak saat satu-satunya batasan yang tersisa hanyalah gengsi mereka sendiri. Dan saat itu hancur... Asher tahu, tidak akan ada jalan untuk kembali. ______ 0 ______ FOLLOW SEBELUM MEMBACA! BERIKAN VOTE DITIAP CHAPTER. HARGAI BACAAN GRATIS INI. DISCLAIMER ! [!] mature. [!] walking a red flag !!! 🚩🚩🚩🚩🚩🚩 [!] klise. © all pics from : pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines